Viral, Influencer Banjarmasin Rendahkan Kaum Difable

Capture dari video yang diunggah oleh akun @husdie_pampita di laman instagram pribadinya (ist)

Banjarmasin, kalselpos.com – Sebuah video yang diunggah akun @husdie_pampita di laman Instagram pribadinya mendadak viral di masyarakat banua. Hal itu terjadi lantaran terdapat percakapan yang menyudutkan bahkan terkesan merendahkan para kaum difable.

Dalam video tersebut, pemilik akun dengan jelas membuat video dengan latar belakang cerita yang didalamnya terdapat seorang perempuan yang berperan sebagai orang yang tidak bisa bicara atau bisu dan tidak mempunyai tangan.

Bacaan Lainnya

Kekurangan yang dimiliki oleh kedua perempuan itu lantas disebut oleh pemilik akun dengan kata ‘cacat’.

Dalam cerita tersebut, pemilik akun mempertanyaan kepada temannya, mengapa setiap dia menelepon anak dari temannya tersebut malah tidak ada suaranya.

“Anak pian ni kenapa kadeda suaranya munnya ditelepon?,” Ucap si lelaki.

Kemudian, perempuan yang berperan sebagai ibu dari si anak tersebut menjawab kalau anaknya tersebut tidak bisa bicara.

“Kan anakku bisu,” ujarnya.

Jawaban dari si ibu tadi langsung disambar oleh lawan bicaranya, yang tidak lain merupakan si pemilik akun dengan sebutan yang merendahkan derajat si anak bisu tersebut.

“Oo cacaat, oo cacat kaah,” cetusnya.

Selain itu, dalam video tersebut juga memperlihatkan bahwa si perempuan yang berperan sebagai ibu dari anak yang bisu itu juga megalami kekurangan fisik, yakni tidak mempunyai lengan.

Setelah itu, datang satu orang pemeran lagi yang menunjuk si ibu dan mengucapkan kalimat “tangannya kutung liih,” ujarnya sambil tertawa.

Lalu pemeran yang baru masuk tersebut bertanya, “bagaimana itu kalau mau bebasuh,” katanya yang juga di barengi dengan tertawa.

Candaan yang terjadi dalam video tersebut ternyata langsung direspon oleh masyarakat yang menganggap bahwa konten yang mereka buat tersebut sudah merendahkan martabat para kaum disabilitas. Khususnya di Kalimantan Selatan.

Salah satunya datang dari Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menaungi Kepala Bidang Pemberdaya Umat Kaum Difabel Kota Banjarmasin, Fahmi Azhari.

Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menaungi Kepala Bidang Pemberdaya Umat Kaum Difabel Kota Banjarmasin, Fahmi Azhari (ist)

Ia mengaku geram dengan konten yang di unggah oleh akun @husdie_mampita tersebut.

“Banyak dari anggota kami yang termasuk disabilitas meminta untuk dugaan kasus pelabelan negatif ini diangkat,” ungkapnya melalui video yang diterima kalselpos.com, Kamis (2/7/2020) malam.

Menurutnya, respon yang ia keluarkan tersebut lantaran mengingat HMI Banjarmasin memiliki komitmen untuk mengawal setiap hak dari masyarakat yang masuk dalam kategori disabilitas.

“Ini sudah diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 2016. Artinya harus harus dipenuhi,” tukasnya.

Dikatakannya, sebelum adanya unggahan video yang melukai hati para kaum difable itu, HMI Banjarmasin bersama komunitas difabel tengah melakukan audiensi terkait pemenuhan hak-hak disabilitas ke DPRD Kalsel.

“Jangan sampai disini kita memperjuangkan, tapi disana orang-orang masih belum menyadari akan hal ini. Ini menjadi langkah awal memperjuangkan.” Tegasnya.

Ia menambahkan, selin viral di laman media instagram, video tersebut ternyata sudah tersebar digrup WA komunitas disabilitas. “Banyak yang memang merasa tersakiti dengan adanya video ini,” imbuhnya.

Pemuda dengan sapaan Fahmi itu menyebut, jika melihat dari sisi UU Nomor 8 Tahun 2016, Pada Bab III Pasal 7, kata Cacat memiliki stigma negatif, yaitu rusak, tidak berguna dan lain-lain.

“Stigma ini kami perjuangkan agar bisa memenuhi setiap hak kami seperti lapangan kerja, pendidikan, dan hak lainnya. Kami tidak rusak, siapa yang ingin lahir seperti ini.” tandasnya.

Ia mengaku sangat menyayangkan adanya sikap yang tidak terpuji dari si pemilik akun. Menurutnya, sebagai influencer atau selebgram di banua, seharusnya pemilik akun memberi edukasi yang bagus terhadap folowersnya.

“Bukan malah membuat konten negatif seperti ini,” tegas Fahmi.

Kendati demikian, ia berharap adanya itikad baik dari pemilik akun maupun orang yang berperan dalam konten video tersebut.

“Terkhusus saya berharap agar pemerintah memberi perhatian khusus bagi setiap influencer seperti ini agar diberi pemahaman untuk bisa mengedukasi para penggemarnya,” pungkasnya.

Namun, berdasarkan pantauan kalselpos.com, konten video yang dimaksud ternyata sudah tidak ditemukan lagi di akun yang bersangkutan.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis : Hafidz
Editor : Zakiri