1. RSUD Ratu Zalecha Dapat Diberi APD. 2. Tak Ingin Kena Sanksi, Taati Protokol Kesehatan. 3. Belum ada Laporan Kecurangan PPDB online SMK.

  • Whatsapp
Epaper Kalselpos - 1175 Edisi Jum'at 3 Juli 2020
Epaper Kalselpos – 1175 Edisi Jum’at 3 Juli 2020

RSUD Ratu Zalecha Dapat Diberi APD

Yayasan Media Group Program Dompet Kemanusiaan Peduli Rumkit dan Tenaga Medis Covid 19 bekerjasama dengan TNI Lanud Syamsudin Noor menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan Alat Kesehatan kepada RSUD Ratu Zalecha Martapura.

MARTAPURA,K.Pos-Penyerahan bantuan APD dan alat kesehatan dilakukan secara simbolis oleh Komandan TNI Lanud Syamsudin Noor Kolonel Penerbang M. Taufik Arasi kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar HM. Hilman, dirumah sakit setempat, Kamis (2/7) pagi.
Komandan TNI Lanud Syamsudin Noor Kolonel Penerbang M.Taufik Arasj mengatakan, kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar dengan TNI Lanud Syamsudin Noor selama ini sudah sangat baik terutama dalam penanganan Covid 19.
Ditambahkannya, Kalimantan Selatan masih tinggi angka penyebaran covid-19 dan dirinya tidak ingin tenaga medis terpapar.
“Setidaknya dengan disalurkan bantuan ini paling tidak memberikan motivasi kepada mereka yang saat ini terus berjuang digarda terdepan,”ujarnya.
Perlu diketahui selain RSUD Ratu Zalecha Martapura Lanud Syamsudin Noor dan Media Grup juga salurkan bantuan kepada 8 rumah sakit lainnya di Kalimantan Selatan.
Sementara itu Sekda Banjar HM. Hilman mengucapkan terima kasih kepada TNI Lanud Syamsudin Noor dan Yayasan Media Group yang telah memberikan bantuan APD dan Alat Kesehatan lainnya.
“Bantuan APD dan alat kesehatan sangat berguna bagi tenaga medis yang bertugas di rumah sakit ini. Juga sebagai bentuk suntikan semangat bagi para tenaga medis dalam upaya menjaga agar mereka tidak ikut terpapar” katanya.
Penyerahan bantuan APD dan alat kesehatan ini ditandai dengan dilakukan penandatanganan berita acara serah terima oleh kedua belah pihak, disaksikan Ketua Yayasan Media Grup, Direktur Utama RSUD Ratu Zalecha dr.H.Tofik Norman Hidayat bersama jajarannya.(fmi)

Bacaan Lainnya

Tak Ingin Kena Sanksi, Taati Protokol Kesehatan

‎KANDANGAN,K.Pos– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS), telah memberlakukan Peraturan Bupati (Pembup) nomor 26 tahun 2020, tentang pedoman pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat dalam percepatan penanganan Covid-19.
“Perbup HSS nomor 26 tahun 2020 resmi‎ berlaku per 1 Juli 2020. Perbup tersebut untuk memantapkan protokol kesehatan masyarakat dalam penanganan Covid-19,” ujarnya.
Dijelaskan bupati, perbup tersebut berisi ketentuan dan sanksi diantarantaranya, melaksanakan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah melakukan aktifitas.
‎Selain itu, menggunakan masker di luar rumah, ‎melaksanakan pembatasan sosial (sosial distancing) dan pembatasan fisik (physical distancing).
Kenapa ini dilakukan pada bulan Juni, kata bupati, karna sudah selama 3 bulan lebih masyarakat diberikan sosialisasi dan penyuluhan, bahkan dengan pembagian masker gratis kepada masyarakat.
Jadi sudah saatnya masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan, dalam upaya mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di Kabupaten HSS.
“J‎ika tidak ingin mendapat sanksi, pakai masker, hindari kerumunan, terapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dan jadikan media sosial sebagai wadah saling mengingatkan untuk menghindari sanksi,” tandasnya.(fan)

Belum ada Laporan Kecurangan PPDB online SMK

BANJARBARU,K.Pos – Sampai saat ini belum ada laporan praktik kecurangan dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2020 tingkat SMK di Kalsel.
Hal itu disampaikan oleh Kabid SMK Disdikbud Provinsi Kalsel, Samsuri kepada wartawan dalam jumlah pers secara virtual, Kamis (2/7)siang.
“Sampai siang ini, belum ada laporan tentang kecurangan kepada kami,” ujarnya.
Dia menegaskan, pelaksanaan PPDB Online dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku. “Kami laksanakan sesuai aturan dan petunjuk teknis (Juknis), kami tidak menanggapi di luar jalur online,” cetusnya.
Sebelumnya, pelaksanaan PPDB online di Kalsel sempat terkendala jaringan di hari pertama penerimaan. Namun setelah dilakukan perbaikan sistem, pelaksanaan pada hari ini sudah lancar.
“Semoga terus berjalan dengan lancar sampai waktu penerimaan berakhir,” tutup Samsuri.(ans)