1. BPKAD belum pastikan waktu pencairan Gaji 13. 2. Jumlah Perceraian capai 360 Kasus.

  • Whatsapp
Epaper Kalselpos - 1175 Edisi Jum'at 3 Juli 2020
Epaper Kalselpos – 1175 Edisi Jum’at 3 Juli 2020

BPKAD belum pastikan waktu pencairan Gaji 13

BPKAD Kabupaten Tanah Bumbu belum menerima informasi ataupun surat edaran dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Keuangan RI menggenai kepastian waktu pencairan gaji ke-13

BATULICIN, K.Pos – Gajih ke-13 atau “uang kaget” adalah tunjangan diluar 12 bulan gaji rutin bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri yang diberikan dengan besaran yang sama dengan 1 kali gaji. 

Bacaan Lainnya

Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah no 19, 20, 21 dan 22 yang telah disahkan pada tahun 2016 lalu.

Namun, hingga saat ini belum ada informasi kepastian kapan gaji ke-13 itu akan di terima oleh para, ASN, TNI dan Polri. mengingat pada saat sekarang  anggaran banyak terserap oleh penanganan Pandemi Covid-19. tapi, disisi lain gaji ke-13 sangat dinantikan oleh para penerima nya. 

Menurut Wim Mandau selaku Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab. Tanbu), pihak nya belum menerima informasi ataupun surat edaran dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Keuangan RI menggenai kepastian waktu pencairan gaji ke-13.

Kendati banyak kabar dari Media Masa (Online) ataupun yang diakses melalui Media Sosial. namun kata Wim Mandau kami belum mendapatkan informasi kepastian kapan akan dicairkan (di bayar). baik berupa SE Kementerian apalagi Petunjuk Tekhnis (Juknis) nya. 

Akantetapi, Wim Mandau berkeyakinan, bahwasanya gajih ke-13 akan tetap dibayar tahun 2020. ini hanya masalah waktu saja, saya kira Pemerintah lagi fokus pada penananganan covid-19 papar nya. 

Dijelaskan nya, untuk besaran gaji ke-13 seperti tahun tahun sebelum nya. antara gaji pokok di tambah tunjangan Istri/Suami dan Anak, uang beras. perbedaan nya dengan TNI dan Polri ada tunjangan uang lauk pauk. 

“Kita berdoa saja mudah-mudahan secepat nya bisa terealisasi gaji ke-13 dan pandemi covid-19 cepat berakhir,” tukasnya. (ktw)

 

Jumlah Perceraian capai 360 Kasus 

BATULICIN, K.Pos – Terhitung dalam bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2020. tercatat kasus angka perceraian di di Pengadilan Agama (PA) Batulicin sebanyak 360 kasus perceraian.

Angka tersebut sudah menjadi angka putusan kasus yang resmi dengan putusan perceraian, terang Kepala PA Batulicin, melalui Panitra Muda Hukum PA Batulicin, Yahyadi melalui pesan singkat nya, Rabu (3/7) siang.

Namun, dalam catatan kami (PA Batulicin) untuk jumlah total perkara yang masuk dimulai bulan januari – mei 2020 ada berjumlah 442 perkara, dengan hasil putusan yang tidak diselamatkan dari perkawinan hingga mengambil putusan cerai sebanyak 360 pasangan rumah tangga (janda atau duda).

Yahyadi menjelaskan, angka tersebut lebih kecil dari tahun 2019 dihitung dari bulan yang sama (Januari – Mei). mungkin penyebab nya faktor pandemi covid-19, hampir 2 bulan lebih PA Batulicin menggelar terkait dengan kasus tersebut dengan sistem daring. 

Sementara, untuk hasil rekapitulasi bulan juni masih dalam proses rekapan. untuk hasil nya bisa dihitung pada akhir juli nanti. sebab papar Yahyadi proses perkara nya masih berjalan belum ada putusan.

Dari total jumlah perkara dan putusan yang masuk ke PA Batulicin, kasus yang dominan terjadi adalah pertikaian atau perselisihan yang terus menurus, kemudian disusul dengan kasus seperti, dari salah satu pihak telah meninggalkan, faktor ekonomi dan paling sedikit kasus perselingkuhan tukas nya.(ktw)