Machli sebut Covid-19 Tidak Bahaya, Mungkin saja benar Sahut Haris Makkie

  • Whatsapp
Ketua Komisi IV DPRD Kalsel H M Lutfi Saifuddin.

Banjarmasin,kalselpos.com– – Ketua Komisi IV DPRD Kalsel H M Lutfi Saifuddin menyesalkan pernyataan Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin Machli Riyadi.

“Virus Corona (Covid-19) bukanlah virus berbahaya yang menyebabkan kematian,”ujar Lutfi Saipuddin menirukan Jubir GTPP Covid-19 Kota Banjarmasin.

Bacaan Lainnya

Pernyataan yang dilontarkan Machli tersebut berpotensi melengahkan masyarakat untuk tidak konsisten menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dalam hal antisipasi penularannya.

“Mestinya berhati-hati dan bijaksana saat pandemi ini dalam menyampaikan pendapat kepada publik,”ujar Ketua Komisi IV DPRD Kalsel itu seraya mengatakan, mungkin pejabat itu sudah lelah, Senin (22/06/).

Pernyataan Covid-19 tidak berbahaya tentu sangat tidak tepat, apalagi dampak virus ini bukan hanya membawa ribuan kematian dan menghancurkan perekonomian dunia dan semua sendi sendi kehidupan masyarakat sangat terganggu.

“Masa virus corona tidak berbahaya, sementara hampir seluruh negara belahan dunia serius menyikapi wabah ini,” ucapnya.

Dia mengingatkan pandemi di Kalsel sebenarnya belum masuk masa puncaknya. Buktinya angka positif masih terus bertambah bahkan semakin cepat.

Sedangkan menurut Machli menyebabkan kematian yang tercatat hingga sekarang ini adalah penyakit penyerta yang serius.

“Sebenarnya Covid ini tidak begitu berbahaya. Penyebabnya dengan adanya penyakit penyerta,”ucap Macli pada Jumat (19/6/).

Penyakit penyerta yang serius ini berdampingan dengan Covid-19 di tubuh penderita itu, seperti penyakit diabetes, kencing manis, Hipertensi dan jantung, sebutnya”.

“Hampir semua penderita Covid-19 yang meninggal itu tidak disebutkan riwayat penyakit penyerta, seperti diabetes, hipertensi, jantung dengan usia sekitar 50 hingga 60 ke atas,”ujar mantan bagian hukum RSUD Ulin Banjarmasin itu.

Sementara, Ketua Tim GTPP Covid-19 Provinsi Kalsel Abdul Haris Makkie menyatakan tak bisa berkomentar karena itu teknis kesehatan.

Namun itu bisa saja benar, tapi penyampaian bahasa saja yang kurang pas.

“Saya tidak bisa ikut komen, karena ini teknis kesehatan. Mungkin saja benar, cuma bahasa penyampaiannya kurang pas,”ujar Haris Makkie dalan pesan singkatnya melalui Whatsap saat di konfirmasi kalsel pos.com, Selasa (23/06).

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis : Sidik Alponso
Editor : Muliadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *