Dinas PUPRPKP Kapuas siap dukung proyek Food Estate

  • Whatsapp
Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Kapuas, Teras ST MT, siap mendukung program Kapuas sebagai Food Estate.(ist)

Kuala Kapuas,kalselpos.com – Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau di provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ditunjuk sebagai lokasi pangan nasional.

“Penunjukan itu merupakan hasil survey Menteri Pertanian Dr H Syahrul Yasin Limpo SH MH, dan menteri PUPR Ir Mochamad Basoeki Hadimoeljono, pertengahan bulan Juni lalu,” kata Kapala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Kapuas, Teras ST MT di Kantor Bappeda Jalan Tambun Bungai Kuala Kapuas, usai mengikuti rapat, Kamis (25/6) pukul 11.15 WIB.

Bacaan Lainnya

Sebagai dinas yang menangani teknis di lapangan, terangnya, pihaknya menyambut baik rencana tersebut, karena berpotensi untuk mengangkat perekonomian masyarakat Kapuas.

“Kita optimis dan siap mendukung proyek tersebut, terlebih semua pihak sudah sepakat siap membantu kelancaran dari program food estate ini,” pungkas Teras.

Diketahui, beberapa waktu lalu Menteri PUPR dan Menteri Pertanian meninjau langsung lokasi persiapan untuk ketahanan pangan di kabupaten Kapuas.

Setelah menelusuri dari beberapa daerah, maka diputuskan Kalteng, yaitu daerah eks PLG yang tidak bergambut, dengan total lahan 164.000 hektar. Dimana lokasinya di tepi sungai Kapuas dan Barito, mulai dari Palingkau, Dadahup, Terusan hingga ke Anjir Serapat.

“Saya dulu disini pernah bekerja selama dua tahun sebagai deputi terkait Lahan Gambut. Pada kesempatan ini saya akan mengupdate data kondisi sekarang. Dari 164.000 hektar ada 85.000 hektar yang digarap sedang sisanya 79.000 hektar menjadi semak belukar,” terang Mochamad Basoeki.

Diharapkannya, lahan yang sudah digarap akan ditingkatkan lagi intensitasnya, produksinya akan meningkat dengan perbaikan irigasi. Mulai di garap sekarang, dan diadakan perbaikan dengan maksimum dus tahun sudah selesai.

“Artinya dengan peninjauan lahan eks PLG non gambut itu, nantinya akan kita rehabilitasi lagi, untuk memanfaatkan lahan yang terbengkalai,” ujar Mochamad Basoeki Hadimoeljono.

Kemudian, Menteri Pertanian Dr H Syahrul Yasin Limpo SH MH saat berkunjung ke Kapuas dan terkait kesiapan Kapuas sebagai lokasi ketahanan pangan, dia menilai, water manajemen harus lebih baik.

“Seperti irigasi yang lebih baik, pasang surut bisa dikendalikan, mengolah teknologi baru, menghasilkan bibit baru yang cocok untuk daerah rawa,” paparnya.

Disampaikannya, kalau dirinya diperintahkan presiden untuk lebih konsentrasi pada pembangunan di Kalteng ini, terutama sektor pertanian untuk lebih maju, bukan pertanian biasa.

“Kapuas sangat potensial, jangan melihat pertanian itu hanya padi. Tapi juga melihat tanaman lainnya seperti jagung, pepaya, sayur, buah, ada peternakan dan itu sangat terbuka di daerah ini. Yang penting jumlah orang yang mengolah diperbanyak,” tandasnya.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis: Iwan Cavalera
Editor: Bambang CE

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *