Pengunggah tulisan berbau hinaan atas Pol PP ‘dijemput’

  • Whatsapp
Komalasari saat dimintai keterangan terkait penulisan statusnya yang mendiskriditkan Satpol PP Damkar Kapuas dalam unggahan di medsos.(ist)

KUALA KAPUAS, Kalselpos.com-Akibat unggahan di media sosial (medsos) dari seseorang dengan nama tertera di akun, yaitu Komalasari, kontan membuat pihak Satpol PP Damkar Kabupaten Kapuas, keberatan karena merasa didiskriditkan dalam status yang diunggah dalam salah satu group relawan pada Kamis (11/6), memojokkan Satpol PP Damkar yang sebenarnya sedang menegakkan peraturan PSBB.

Sebagian dari unggahan yang ditulis Komalasari adalah “Untuk para satpol pp dan damkar yang malam tadi datang ke warung PONDOK MAKMUR JAYA mohon maaf gasan bubuhan pian yang malam tadi menggedor kamar kami. Baisi mata lah buhan pian sudah melihat haja warung tu sudah tutup masih haja di razia kami, Pina kada sopan lalu kaya itu,” demikian sebagian dari isi status Komalasari.

Bacaan Lainnya

Sebagai tindak lanjut untuk menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi dan menuntut pertanggungjawaban dari pembuat tulisan, Satpol PP Damkar Kapuas menurunkan tim menjemput penulis status Komalasari di tempat kerjanya Rumah Makan Pondok Makmur Jaya, jalan Trans Kalimantan arah Handil Baras Kuala Kapuas. Kamis (11/6) pukul 14.15 WIB. Komalasari dibawa ke Kantor Satpol PP Damkar Kapuas Jalan A Yani Kuala Kapuas, untuk klarifikasi tulisannya yang berbau hinaan itu.

Kabid Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Damkar Kapuas, Ricky AS, STP MM, mengatakan, pihaknya memanggil yang membuat status secara sepihak memojokkan Satpol PP yang telah bekerja menegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) serta hal yang terkait dengan aturan diberlakukan PSBB di kabupaten Kapuas.

“Banyak toko atau tempat berjualan, baik makanan maupun minuman yang mau mentaati peraturan jam operasional, namun hanya toko dimana tempat Komalasari bekerja, yang sering tidak mentaati peraturan, bahkan teguran itu berulang-ulang sudah kita lakukan. Tapi tidak diindahkan,” terang Ricky.

Pernyataan Kabid Penegak Peraturan, Ricky, dibenarkan oleh Kepala Satpol PP Damkar Kapuas, Syahrifin SSos, dimana dalam beberapa kali ikut langsung ke lapangan, kenyataannya memang sulit diatur.

“Sudah diperingati, diambil tindakan, dan akhirnya berulang-ulang kita melakukannya tetap saja, kemudian Rabu malam malah membuat postingan yang membuat kebohongan publik, maka kita panggil,” tegas Kasat Pol PP Damkar Kapuas.

Ricky mengatakan, tindakan yang diambil anggota Satpol PP Damkar Kapuas, Komalasari diminta membuat perjanjian diatas materai, berjanji tidak akan mengulangi, “Apabila mengulanginya akan di proses secara hukum,” tegasnya.

Penulis: Iwan Cavalera
Editor: Bambang CE

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.