Capai Kata Sepakat, Iklan di Bando Reklame Kembali Tayang

  • Whatsapp
Ilustrasi penyegelan papan reklame bando di sepanjang Jalan A Yani Kota Banjarmasin oleh aparat Satpol PP Kota Banjarmasin beberapa waktu lalu. (Dok)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Setelah sempat mengalami kisruh soal polemik penertiban bando reklame, akhirnya Pemko Banjarmasin dan Asosiasi Pengusaha Periklanan Seluruh Indonesia (APPSI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menemukan solusi usai dilakukan rapat di Balaikota Banjarmasin, Selasa (9/6/2020) siang.

Ketua APPSI Kalsel Winardi Sethiono menyampaikan, solusi tersebut yaitu dengan mengubah konsep reklame. Selama ini reklame berbentuk bando yang berdiri membentang di atas jalan raya diubah menjadi reklame yang berdiri di sisi jalan.

Bacaan Lainnya

“Segera nanti kita akan menyerahkan konsep itu tadi untuk dipelajari dan diproses izinnya oleh Pemko,” ucapnya pada usai melakukan rapat antara Pe

mko dan pihak APPSI Kalsel.

Sembari menyusun konsep baru pengganti bando reklame berjalan. Nantinya, titik lokasi pengganti bando reklame mengacu pada titik-titik yang ada.

 

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

 

“Titik yang ada, kita ubah menjadi single full, di kiri dan kanan jalan. Jadi konsepnya kembali seperti dulu kita pindahkan ke samping kiri dan kanan jalan, dengan bentul billboard, neon box atau videotron yang berbentuk vertikal,” pungkas Winardi.

Di samping itu pria dengan sapaan Winardi itu menambahkan, APPSI Kalsel meminta keringanan berupa pemasangan kembali iklan-iklan yang sebelumnya ditertibkan oleh aparat Satpol PP Kota Banjarmasin.

“Permintaan itu dilempar karena kita masih ada terikat kontrak dengan pihak klien, sehingga kita minta keringanan berupa pemasangan kembali iklan yang sudah dilepas sampai berakhirnya masa kontrak kami,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendapat opsi untuk membuat reklame di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) milik Pemko Banjarmasin.

Dengan sudah ditemukannya solusi tersebut pihaknya akan mencabut laporan yang sudah dibuatnya kepada Ombudsman. “Laporan kita di Ombudsman akan kita gugurkan dengan adanya kesepakatan dari pemerintah kota Banjarmasin ini,” pungkasnya.

Sayangnya, saat awak media mencoba meminta keterangan Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina, orang nomor satu di Kota Banjarmasin ini memilih untuk diam dan tidak mau berkomentar apapun. “Dengan pak Doyo (Pudjadi, Asisten II Bidang Ekonomi) saja,” ujar ibnu sembari menaiki mobil dinasnya.

Penulis : Fudael
Editor : Zakiri
Penanggungjawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.