Waspada, Seluruh Kelurahan di Banjarmasin jadi Zona Merah

  • Whatsapp
Ilustrasi pelaksanaan rapid test (tes cepat) yang dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin (dok)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Sebaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 atau virus Corona di Kota Banjarmasin semakin mengkhawatirkan. Sebab satu-satunya wilayah yang sebelumnya masih berstatus zona hijau yakni Kelurahan Kertak Baru Ulu (KBU), kini menjadi zona merah dengan 1 kasus terkonfirmasi positif barunya.




Bacaan Lainnya

Dalam rilis data yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin pada Kamis (4/6/2020) terlihat jelas seluruh wilayah yang berjuluk Kota Seribu Sungai itu berstatus zona merah.

Hal itu tentu menjadikan 52 kelurahan di Kota dengan nama lain Bumi Kayuh Baimbai itu terdampak secara menyeluruh atau 100%.

Pasalnya, dalam rilis tersebut menunjukkan bahwa ada 103 tambahan kasus baru yang membuat jumlah kasus terkonfirmasi positif di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan itu menjadi 580 kasus, dengan rincian 468 kasus sedang dalam perawatan, 24 sembuh, 10 luar wilayah dan 78 kasus yang meninggal dunia.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga mengalami penambahan sebanyak 3 kasus dengan kategori perawatan berat, sehingga jumlah PDP saat ini berjumlah 144 kasus masing-masing dengan rincian 7 PDP dalam perawatan ringan, 10 sedang dan 127 dalam ketegori perawatan berat.

BAhkan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) juga mengalami penambahan sebanyak 11 kasus, dari yang kemarin hanya berjumlah 746, kini menjadi 757 orang.

 

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

 

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi (dok)

Hal itu dibenarkan oleh Juru bicara Tim GTPP Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi. “Iya benar, saat ini seluruh kelurahan di Banjarmasin berstatus zona merah,” ucapnya, Kamis (5/6/2020) malam.

Ia mengungkapkan, penambahan sebaran wilayah dan kasus terkonfirmasi positif itu merupakan hasil swab test massal yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas beberapa waktu di beberapa pasar tradisional Banjarmasin.

“Prinsip tugas Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam menjalankan perannya adalah mencari dan menemukan kasus baru sebanyak dan sedini mungkin untuk melindungi warga yang saat ini masih sehat dan belum terinfeksi oleh virus Corona,” papar Kepala Dinkes Kota Banjarmasin itu.

Di samping itu, ia membeberkan bahwa pihaknya akan kembali melakukan tracking dengan rapid test (tes cepat) dan swab test yang dilakukan secara masal dan selektif besok, Sabtu 6 Juni 2020.

“Yang menentukan hasil swab masal ini tergantung pada kedisiplinan masyarakat agar jumlah kasus positif di kota ini bisa berhenti,” ujarnya.




Mantan Wakil Direktur Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum itu mengaku, pihaknya tidak akan lelah untuk melakukan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meminta agar selalu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dimana saja.

“Pasca melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bukan berarti kita bebas, tetapi kita harus menjaga pola hidup sehat. Dimana pun kapan pun kita harus memakai masker dalam melakukan aktivitas di luar rumah,” tandasnya.

Penulis : Fudael
Editor : Zakiri
Penanggungjawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Whaduhh… kelurahan telawang t4 domisiliku termasuk juga ya.. , mari dangsanak kita doakan agar pandemi ini cepat berlalu, dan tolong bantu pemerintah khususnya nakes yg adh dgn tulus,ikhlas,rela san berani menolong pasien pademi, dgn konsekuensi meninggalkan suami/istri,anak, keluarga bahkan berani bertaruh nyawa utk kita smua,smoga Allah akan menyertai mrk dan memberikan kekuatan,kesehatan dan menghindarkan mrk dari bencana 🙏🕊️