Komisi II dukung PD Bangun Banua Kelola Potensi Pasir

  • Whatsapp
Ket foto : Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi.(dik)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Direktur Utama PD Bangun Banua, Bayu Budjang mengungkapkan dampak pendemi Covid-19 yang mengganggu stabilitas perekonomian secara menyeluruh.

Hal ini, membuat Perusahan Daerah (PD) Bangun Banua harus melirik usaha pengolahan pasir barito yang diklaim akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bacaan Lainnya

“Tujuan utama kami, PAD, lebih lebar akan memudahkan arus transportasi sungai”tutur Bayu kepada kalselpos.com di sela rapat bersama Komisi II DPRD Provinsi Kalsel Rabu (03/06)

Menurutnya, memulihkan kembali perekonomian daerah opsinya adalah pengolahan pasir barito yang merupakan usaha yang sangat potensial menambah PAD.

Bukan hanya bagi Pemkab Batola, tetapi juga Pemprov Kalsel. Terkait kendala regulasi birokrasi dalam mengurus perijinan, Bayu membantah, dikatakannya hal yang krusial, namun hanya perbedaan persepsi saja.

“Kita meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga harus melibatkan masyarakat desa setempat,” imbuhnya.

Untuk membangun persepsi yang sama, PD Bangun Banua bersama pihak terkait, diantaranya Biro Hukum, ESDM, PTSP (Perijinan Satu Pintu), guna memantapkan persepsi bahwa aturan di dalam sungai ini bagaimana.

“Bagi saya ini hanya persepsi, bukan seperti tambang batubara, berdampak reklamasi, apa yang dipermasalahkan disini, pasir itu tergerus sendiri oleh sungai, justru kita mendalami sungai,”paparnya.

PD Bangun Banua bersama pihak terkait kembali duduk bersama menyamakan persepsi, memandang aturan sungai ini seperti apa.

Menyinggung masalah potensi,
yang masuk untuk PAD, ia menyebut satu proyek menghasilkan miliaran rupiah, itu baru satu proyek pekerjaan. Intinya tidak ada kendala krusial, dalam waktu dekat mudah-mudahan jangka 3 bulan kedepan kita sudah bisa bekerja.

“Insha Allah kita berkomitmen untuk memulihkan perekonomian guna mendongkrak PAD,”harapnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengungkapkan, ini adalah potensi besar yang harus dilakukan apalagi secara tidak langsung ini mengurangi sedimentasi di alur sungai, sehingga selain bisa menghasilkan PAD yang menjanjikan, juga dampak positifnya membantu alur sungai.

“Saya apresiasi positif, apalagi di tengah pandemi Covid 19 ini membuat ekonomi kita mengalami kesulitan,” tuturnya

Dalam hal ini, komisi II mendukung dan mengawal potensi PAD, jangan sampai kita hanya jadi market saja. sementara potensi daerah untuk Kalsel justru tidak bisa kita gali hanya dinikmati provinsi tetangga.

Terkait perizinan, sebutnya, sudah ditemukan solusinya, pada intinya dalam waktu dekat Bangun Banua sudah bisa memulai pekerjaan pengelolaan pasir ini.

“Semoga ini bisa berjalan karena potensi PAD yang dihasilkan cukup menjanjikan bagi Kalsel,”pungkasnya.

Penulis : Sidik Alponso
Editor : Muliadi
Penanggungjawab : SA Lingga

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *