Wabup Batola Optimis Infrastruktur Kutabamara Capai Target

  • Whatsapp
Wabup Batola H Rahmadian Noor saat dikonfirmasi kalselpos.com di ruang kerjanya, Selasa (2/6/20). (Mul).

MARABAHAN, Kalselpos.com – Gegara wabah Virus Corona atau Covid-19 semua dana anggaran proyek pembangunan di pangkas.

Khusus di Kabupaten Barito Kuala (Batola) pembangunan infrastruktur di Kota dan pedesaan dalam upaya mewujudkan visi, yakni membangun desa menata kota juga tertunda.

Bacaan Lainnya

Padahal target prioritas Bupati Batola Hj Noormiliyani dan Wakil Bupati (Wabup) H Rahmadian Noor pembangunan jalan Kuripan, Tabukan, Bakumpai, Marabahan yang disingkat dengan Kutabamara pada tahun 2022 akan selesai.

“Pembangunan Batola yang salah satu sumber dananya adalah Dana Alokasi Khusus (DAK), namun anggarannya dipangkas untuk dialihkan ke penanganan Covid-19,”ungkap pak Rahmadi panggilian familiar Wabup Batola itu kepada kalselpos.com, Selasa (2/6).

Pastinya, rencana-rencana pembangunan, terutama infrastruktur di Bumi Ije Jela julukan Kabupaten Batola ini akan di pending.

Salah satu yang menjadi imbas, adalah pembangunan jalan Kutabamara.

Meski demikian, ia tetap optimis dengan berbagai upaya melanjutkan pembangunan infrastruktur tersebut.

Kendati tidak tercapai apa yang direncanakan, namun tahap demi tahap proyek pembangunannya tetap dikerjakan. Walaupun panjang jalan tersebut tidak tercapai sesuai yang direncanakan sebelumnya.

“Mudahan -mudahan saja nantinya ada sumber dana lain dan wabah Covid-19 cepat berlalu,”harap Rahmadi dengan nada lirih sambil memanjatkan doa demi warga Batola.

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

Selain ditunda beberapa pembangunan di Ije Jela. Karuan ada pula yang berlanjut. Pasalnya, sebagian dana DAK yang sudah teken kontrak proyek diperbolehkan melanjutkan pekerjaannya.

Sedangkan yang masih dalam proses lelang akan di cancel yang ditarik kembali dana anggarannya, sebutnya”.

Tak hanya itu, Wabup juga mengungkapkan pemotongan tahap kedua, yaitu Dana Alokasi Umum (DAU) yang dipotong sebanyak 50 persen dari belanja modal.

“Yang mana didalam belanja modal tersebut ada rencana pembangunan fisik. Namun, Pemerintah Pusat juga minta dipangkas sebanyak 50 persen,”timpalnya.

Penulis : Muliadi
Penanggungjawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *