Satu Korban Tanah Longsor di Kotabaru berhasil ditemukan

  • Whatsapp
Proses pencarian korban tanah longsor di lokasi tambang emas telah dihentikan, menyusul ditemukannya satu orang korban terakhir.

KOTABARU, Kalselpos.com – Meskipun dengan peralatan seadanya, namun tim evakuasi gabungan pencarian korban tanah longsor yang terjadi di Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru akhirnya membuahkan hasil.

 

Bacaan Lainnya

Satu orang korban, Sumardi (25) warga asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor, Selasa (2/6) siang.

Sebelum penemuan jenazah Sumardi, lima korban lainnya yang telah dinyatakan meninggal dunia telah diantar ke pihak keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Dalam proses pencarian oleh tim evakuasi gabungan, jajaran anggota Kodim 1004/Ktb khusus Koramil 09 Sampanahan berjibaku melakukan evakuasi dan pencarian.

Diberitakan sebelumnya, kejadian tanah longsor ini terjadi pada Senin (1/5) sekitar pukul 05.30 Wita pada kawasan pendulangan puncak di Gunung Putri, dan kejadian bermula saat turun hujan yang di sertai angin kencang pada pukul 02.30 Wita sampai  pada pukul 05.30 Wita dan terjadi tanah longsor yang mengakibatkan 6 orang meninggal.

Beratnya evakuasi dalam kejadian ini karena susah untuk dijangkau dengan medan yg cukup sulit. Dapat digambarkan bahwa lokasi kejadian dari jalan utama Dusun Kikil Desa Buluh Kuning menuju kawasan Gunung Putri berjarak sekitar 8 kilometer dan dapat di tempuh dengan hanya berjalan kaki kurang lebih selama 4 hingga 5 jam melalui jalan setapak, tebing batu, sungai dan pinggiran pegunungan.

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

Dandim 1004 melalui Danramil 1004-09 Sampanahan, Kapten Inf Amo, Minggu kepada kalselpos.com bahwa, pihaknya bersyukur akhirnya 1 korban yang tertimbun tanah akhirnya di temukan dan itu semua atas kerjasama tim gabungan  yang berupaya dengan tanpa lelah melakukan pencarian di sekitar areal longsoran.

“Setelah kami lakukan pendataan ada beberapa kerugian materiil seperti halnya 10 pondok milik masyarakat pendulang rusak berat, dan pada saat penyerahan jenazah kepada pihak keluarga korban disaksikan oleh saya sendiri selaku Danramil, Kapolsek, Camat Sungai Durian, anggota Brimod Batulicin, Basarnas Kotabaru dan para tokoh masyarakat setempat,” tuturnya menerangkan.

Khusus untuk jenazah Sumardi, lanjutnya lagi, karena sudah yatim piatu oleh karenanya dari pihak keluarga meminta agar dimakamkan di Dusun Kikil Desa Buluh Kuning dan tidak di bawa ke daerah asalnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

“Atas permintaan keluarga Sumardi, jenazah dimakamkan di Desa Buluh Kuning saja. Acara pemakamannya sendiri dibantu oleh kalangan forum komunikasi kecamatan (Forkopicam) setempat,” ucapnya.

Hingga saat ini cecarnya, setelah melakukan koordinasi dengan para penambang lainnya, disebutkan bahwa sudah tidak ada lagi korban yang tertinggal di kawasan tersebut. “Selanjutnya kami akan melaksanakan rapat evaluasi bersama,” pungkasnya.

Penulis : Muliana
Editor : Aspihan Zain
Penanggung jawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *