Kodim 1004 bantu Evakuasi dan Pencarian Korban Longsor

  • Whatsapp
Kodim 1004 Kotabaru menurunkan personil melalui Koramil setempat untuk ikut turun kelokasi longsor di Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, melakukan evakuasi dan pencarian korban.

KOTABARU,Kalselpos.com – Peristiwa tanah longsor yang terjadi di Desa Buluh Kuning Kecamatan Sungai Durian meninggal luka bagi keluarga korban. Pasalnya, dari kejadian tersebut berdasarkan datanya sebanyak 5 orang dinyatakan meninggal dunia atas nama Pudin (35 tahun) berasal dari Hulu Sungai Selatan, Purwadi (30 tahun) dari Tanah Laut, Didik Wiyono (36 tahun) asal Sungai Durian, Prayitno (30 tahun) dari Kediri Jawa Timur dan terakhir adalah Ikbal (29 tahun) dari Binuang Rantau. Sementara, 6 orang mengalami luka-luka dan 1 orang korban yang hingga kini masih dalam tahap pencarian oleh tim evakuasi gabungan.

Atas kondisi tersebut, jajaran anggota Kodim 1004 Kotabaru menurunkan personilnya melalui Koramil yang ada diwilayah setempat untuk ikut turun kelapangan bersama tim evakuasi lainnya.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan oleh Komandan Kodim 1004 melalui Danramil 1004-09 Sampanahan, Kapten Inf Amo Minggu bahwa, pada hari Senin (1/5) kemarin sekitar pukul 05.30 wita terjadi tanah longsor di area pendulangan puncak, Desa Buluh Kuning yang menelan korban jiwa. Kejadian berawal ketika hujan turun di sertai angin kencang pada pukul 02.30 Wita sampai akhirnya pada pukul 05.30 Wita dan terjadi tanah longsor yang pada saat longsor masyarakat sedang beristirahat di pondok masing-masing. 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

“Karena hujan dan angin kencang yang terjadi di kawasan gunung Putri, dan pada saat akan kejadian masyarakat pendulang menganggapnya biasa saja karena sering terjadi kondisi demikian. Namun, mereka sama sekali tidak menyangka bakal terjadi longsoran,” papar Kapten Amo kepada Kalselpos.com, Selasa (2/5).

Dijelaskannya lebih jauh, dalam kurun waktu 15 menit sebelum kejadian sekitar pukul 05.15 Wita masyarakat mendengar ada suara gemuruh di sekitar pondok yang di diami dan pada pukul 05.30 wita longsoran yang terjadi menimpa pondok.

“Sebagain masyarakat lainnya sempat mencari pertolongan ke kampung terdekat untuk meminta pertolongan dan di daerah pendulangan tersebut sama sekali tidak ada sinyal telepon sehingga mau tidak mau masyarakat mesti turun gunung, dan baru sampai ke Desa Buluh Kuning sekitar pukul 08.00 wita, dan pada pukul 08.30 wita anggota saya bersama polsek dan masyarakat langsung menuju lokasi,” tambahnya menjelaskan.

Untuk sekarang, katanya pula, anggotanya bersama tim lainnya masih melakukan pendataan dan pencarian korban yang diduga belum di temukan tertimbun longsoran tanah tersebut, dan 1 orang korban yang meninggal dunia atas nama Didik Wiyono sudah dimakamkan di areal TPU Desa Buluh Kuning dan 4 jenazah lainnya dibawa ke alamat masing-masing.

“Untuk korban yang mengalami luka-luka dirawat di Puskesmas di Desa Banian, dan sekarang tim evakuasi gabungan masih melakukan upaya penggalian dengan peralatan seadanya, dan kendala lainnya adalah tidak adanya sinyal telepon sehingga proses koordinasi mengalami hambatan,” pungkasnya.

Penulis : Muliana
Editor : Aspihan Zain
Penanggung jawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *