Kabar Baik Batola : 2 Kecamatan Kasus Covid-19 Menurun

  • Whatsapp
Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor saat pantau Posko Kecamatan Barambai dan Wanaraya.Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor saat pantau Posko Kecamatan Barambai dan Wanaraya.Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor saat pantau Posko Kecamatan Barambai dan Wanaraya.

MARABAHAN, Kalselpos.com – Kecamatan Wanaraya dan Barambai, Kabupaten Barito Kuala (Batola) tetap siaga melakukan penjagaan di perbatasan.

 

Bacaan Lainnya

Kendati di wilayah tersebut berdasarkan grafik sebaran pasien positif Covid-19 sudah mulai menurun.

“Sebelumnya Wanaraya dan Barambai merupakan kecamatan pertama di Batola yang terkonfirmasi pasien positif Virus Corona,”sebut Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor, Senin (1/06).

Sepanjang April hingga Maret, ungkap Rahmadi, grafik penyebaran Covid-19 meningkat dengan 11 pasien ditemukan di Wanaraya. Kemudian disusul Barambai dengan 14 kasus.

Kemudian, memasuki bulan Mei, grafik mulai menurun. Bahkan tidak lagi ditemukan kasus pasien positif dari kedua kecamatan tersebut.

“Penurunan grafik tersebut menjadi tidak berarti, jika kewaspadaan menurun,”ucapnya.

Oleh sebab itu, salah satu upaya kewaspadaan, yakni penjagaan di pos-pos perbatasan yang akan berfungsi menyaring akses masuk warga pendatang.

Menurut mantan anggota DPRD Batola itu, Khusus di Wanaraya, cukup banyak desa yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Tengah. Maka akses menuju provinsi tetangga sudah terbuka, sehingga memudahkan mobilitas warga.

Kendati situasi relatif terkendali, tanpa ada penambahan kasus. Namun, ia tetap berharap masyarakat tetap waspada dan penjagaan di posko tetap diperketat.

“Kami berharap jangan sampai terjadi serangan gelombang kedua,”ucapnya setelah melakukan monitoring dan evaluasi sejumlah posko di Wanaraya dan Barambai.

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

Dia apresiasi, karena hampir sebagian besar posko di Wanaraya dan Barambai merupakan swadaya kecamatan dan desa.

Posko tersebut, diantaranya berada di Desa Kolam Kiri Dalam, Karya Tani, Kolam Kiri, Karya Baru, Kolam Kanan, Simpang Jaya, Sumber Rahayu, dan Pendalaman, sebutnya”.

Aksi penjagaan di posko-posko tersebut, Camat Wanaraya Slamet Riyanto mengungkapkan, semua pendatang menjalani pemeriksaan kartu identitas dan cek suhu tubuh.

Maka, jika terbukti identitas tersebut bukan warga setempat, maka petugas menyarankan kembali ke daerah asal atau putar balik.

“Selama pemberlakuan PSBB, pihaknya melarang pedagang yang bukan penduduk Batola masuk ke Wanaraya,”tegas pak Slamet panggilan akrab Camat Wanaraya itu.

Sebagai antisipasi, terangnya, pedagang yang biasa mengambil barang dagangan ke Banjarmasin dan Kapuas, juga sudah menjalani rapid test.

Setidaknya dengan upaya pencegahan itu, hasil tracking belum ditemukan cluster Banjarmasin maupun Kapuas. Artinya kasus positif Covid-19 masih disebabkan cluster Gowa, Sulawesi Selatan,

“Kami periksa warga yang teridentifikasi berangkat ke Kabupaten Gowa, termasuk keluarga dan warga sekitar. Kemudian mereka dikarantina di Marabahan demi mencegah penyebaran,”pungkasnya.

Penulis : Ibrahim
Editor : Muliadi
Penanggungjawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *