Harga Bawang Merah di Tanbu capai Rp70.000/Kg

  • Whatsapp
. PEDAGANG REMPAH - Lisda salah satu pedagang rempah-rempah dan sayur mayur di Pasar Ampera, Simpang Empat, Batulicin. (Kristiawan)

BATULICIN, Kalselpos.com – Harga bawang merah melonjak pasca Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di pasaran wilayah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Senin (1/6) siang.  

Nur Saidah (55) salah satu pemilik warung soto di jalan Pelajau, Kecamatan Simpang Empat Batulicin, mengeluhkan lonjakan harga bawang merah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Awalnya, pada bulan pusa minggu pertama harga bawang merah Rp35.000 – Rp40.000 per kilogramnya,” ujarnya. 

Namun, pada minggu ke empat sebelum hari raya, ungkapnya, harga bawang merah itu naik menjadi Rp50.000 – Rp55.000 per kilogramnya.

“Kemudian setelah Hari Raya Idul Fitri ini harga bawang merah melonjak lagi hingga Rp65.000 – Rp70.000 per kilogram di pasaran tradisional,” keluh Nur Saidah.

Hasil pantauan kalselpos.com di lapangan atas lonjakan harga bawang merah di pasaran memang benar adanya. 

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

Lisda (45), salah satu pedagang sayur mayur dan rempah-rempah bumbu kebutuhan rumah tangga, di Pasar Ampera, Simpang Empat Batulicin juga mengatakan, bahwasanya harga bawang merah yang ia jual seharga Rp65.000 per kilogram sampai Rp70.000 per kilogram dieceran. 

“Kami membeli bawang merah yang dikirim dari Banjarmasin harga sudah Rp60.000 per kilogramnya terkadang ada yang Rp67.000 dari modal pembelian,” terangnya. 

Lisda menyebutkan, lonjakan harga ini hanya terjadi pada bawang merah. Sementara, untuk bawah putih, lada, kemiri, dan sayur mayur masih stabil. Namun, ada juga harga yang mengalami penurunan seperti jahe, cabe (keriting dan rawit) dan bawang putih.

 

H. Deny Haryanto, Kepala Dinas Perdanggan dan Perindustrian Tanbu. (Kristiawan)

Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kabupaten Tanbu, H. Deny Haryanto membenarkan, kenaikan bawang merah termasuk daun seledri. 

Hal itu menurutnya dipengaruhi oleh kurangnya pasokan bawang merah, disebabkan tidak ada pasokan bawang merah dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini bawang merah hanya di pasok dari Jawa dan Sulawesi. 

“Secara otomatis manakala pasokan bawang merah dari NTB masuk, harga bawang merah akan turun dengan sendirinya,” ungkap Deny Haryanto. 

Penulis: Kristiawan
Editor: Bambang CE
Penanggung jawab: SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *