PSBB Banjarmasin Resmi Berakhir

  • Whatsapp
Ilustrasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarmasin yang secara resmi diakhiri pada hari ini (31/05/2020).

BANJARMASIN, Kalselpos.com Setelah melewati berjilid-jilid Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) yang diterapkan Kota Banjarmasin sejak 24 April hingga 31 Mei 2020, akhirnya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memutyskan untuk tidak memperpanjangnya lagi. Yang artinya pembatasan aktivitas masyarkat itu berakhir hari ini, Minggu (3/05/2020).

 

Bacaan Lainnya

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina menyampaikan, keputusan tersebut secra resmi disepakati dalam rapat evaluasi pelaksanaan PSBB Tahap III bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin yang dilaksanakan di Rumah Dinas Walikota Banjarmasin, Jalan Dharma Praja, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin.

Namun, kendati berakhirnya PSBB, orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu mengatakan, Pemko akan tetap mengikuti arahan sesuai dengan keputusan Badan Nasional Penanggulanagan Bencana (BNPB) Pusat terkait masa tanggap darurat bencana alam atau kesehatan nasional.

“Walaupun tanpa PSBB, kita tetap harus menjalakan protokol kesehatan yang berlaku sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19,” ucapnya pada awak media usai melakukan rapat evaluasi PSBB Tahap III, Minggu (31/05/2020) petang.

Mantan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan itu menambahkan, penerapan protokol kesehatan tidak hanya dilakukan dalam lingkup kerja Pemerintah Kota saja, namun juga harus dilakukan oleh masyarakat dalam kehidupan kesehariannya.

“Tentu pemakaian masker harus tetap dilakukan, misalnya ketika ingin pergi keluar rumah, dan tidak lupa juga harus menjaga jarak aman afau phisical distancing,” terangnya

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

Selain itu, tempat umum seperti pasar serta sarana publik lainnya wajib menjalankan protokol kesehatan. “Ini semua dilakukan untuk mencegah agar tidak tertular wabah virus yang belum ditemukan vaksinnya ini,” tandasnya.

Senada dengan Walikota, Komandan Kodim (Dandim) 1007/Banjarmasin, Kolonel Inf Anggara Sitompul menambahkan, tidak diperpanjangnya PSBB bukan berarti masyarakat bebas berkegiatan seperti belum mewabahnya pandemi Covid-19.

“Akan tetapi kita kembali ke situasi tanggap darurat Covid-19, yakni TNI-Polri akan bekerjasama dengan gugus tugas dalam oengawasan penerapan protokol kesehatan,” tegasnya.

Dalam melancarkan penerapannya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pertemuan tatap muka kepada para pelaku usaha.

“Nantinya disetiap pasar, mall, restoran, dan tempat rekreasi akan kami jaga ketat, mulai dari jam buka hingga tutup, prajurit akan selalu berjaga untuk menegakkan kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan,” imbuh Dandim yang akrab disapa Anggara itu.

Sedbgan terkait tempat ibadah, sudah dikoordinasikan kepada MUI, bahwa dalam minggu-minggu ini akan dibuat masjid percontohan di beberapa masjid tertentu sehingga ibadah tersebut bisa dilaksanakan dan mengurangi resiko penularan wabah virus Corona.

“Ini adalah upaya kita untuk barang kali melonggarkan situasi, akan tetapi pada prinsipnya harus tetap mentaati protokol Kesehatan,” tutup orang nomor satu di Makodim 1007/Banjarmasin itu.

Penulis : Fudael/Hafidz
Editor : Zakiri
Penanggungjawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *