Selama BDR tidak dibenarkan bebani Siswa

  • Whatsapp
Ilustrasi

BATULICIN,Kalselpos.com – Menindaklanjuti dan berpedoman pada Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesi (RI) Nomor 4 Tahun 2020, tentang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di dalam  masa darurat penyebaran Covid-19.

 

Bacaan Lainnya

Ir. Sartono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanbu. (Kristiawan)

Dan, SE Sekretaris Jenderal (Sekjen)  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 15 tahun 2020, tentang kegiatan belajar mengajar di rumah di dalam masa darurat Covid-19, serta SK Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) Nomor 188.46/203/BPBD/2020 tentang status perpanjangan tanggap darurat terkait penyebaran Covid-19 khususnya di Tanbu. 

Maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tanbu mengeluarkan SE yang ditandatanggani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanbu, pada 29 Mei 2020. No B/421/6071/Disdikbid-Sek.Setda/V/2020 tentang perpanjangan lll masa belajar bagi pelajar PAUD, SD dan SMP beserta para tenaga didik.

Ir. Sartono selaku Kadisdikbud Tanbu menjelaskan, perpanjangan lll masa Belajar Dari Rumah (BDR) bagi siswa dan Work From Home (WFT) bagi guru selama 17 hari yang dimulai dari tanggal 2 Juni sampai dengan 19 Juni 2020 dengan sistem Daring (jarak jauh) berlaku bagi pelajar PAUD (TK), SD dan pelajar SMP. 

Selama para siswa dan guru di rumahkan, terang Sartono, ada tugas-tugas pokok yang diberikan oleh pihak sekolah kepada para anak didiknya. 


Artinya, kendati mereka di rumah namun tetap belajar tetapi tidak harus menyelesaikan materi materi yang ada di kurikulum.

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

“Akan tetapi lebih difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup. Khususnya pada literasi dan numerasi, keagamaan, pemahaman pola hidup sehat dan pemahaman Covid-19 serta  penguatan karakter budaya,” ujar Sartono.

Dalam pelaksanaan itu, ujar Sartono disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman para anak didik. Tidak dibenarkan memberikan tugas yang memberatkan atau membebani siswa dan orang tua murid selama BDR. 

Sartono menegaskan, dalam surat tersebut ada klausul tertentu yang ditujukan kepada para Kepala Satuan Pendidik agar tetap memonitor para guru dalam pelaksanaan BDR kepada para siswa dan pelaksaan WTF bagi para guru itu sendiri.

“Kemudian manakala ditemukan baik guru ataupun para anak didik terindikasi paparan Covid-19 seperti demam tinggi, sakit tenggorakan, sesak nafas dan lainnya, segera menghubungi Cal Centre Covid-19 Tanbu (0813 4968 0690) atau segera ke Puskesmas terdekat,” pinta Sartono. 

Penulis: Kristiawan
Editor: Bambang CE
Penanggung jawab: SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *