Harga ayam potong di Palangka Raya capai Rp80.000/Kg

  • Whatsapp
PEDAGANG AYAM - Milah, pedagang ayam potong di pasar Sari Mulya jalan Anggrek Kota Kuala Kapuas.(ist)

KUALA KAPUAS, Kalselpos.com -Harga ayam potong menjelang dan sesudah lebaran terus melonjak.
Terpantau di pasar tradisional Sari Mulya kota Kuala Kapuas, Kapuas Kalteng, per hari Kamis (28/5) sudah mencapai Rp38.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp26.000 per kilogram.

Milah, pedagang ayam potong di pasar Sari Mulya jalan Anggrek Kota Kuala Kapuas menuturkan kepada kalselpos.com, kenaikan harga pangan menjelang lebaran dan sesudahnya sebagai hal yang biasa, termasuk harga ayam potong yang saat ini mengalami kenaikan mencapai Rp12.000 per kilogram.

Bacaan Lainnya

Lonjakan harga ayam potong ini menurutnya selain suasana lebaran tadi, juga dimungkinkan dampak Corona karena berkurangnya stok ayam potong dari peternak, baik dari Kapuas maupun yang didatangkan dari daerah Kalsel.

 

POSKO PERBATASAN – Petugas Posko Covid-19 perbatasan Kalteng-Kalsel saat melakukan pemeriksaan kepada pengendara atau sopir saat melewati posko.(ist)

 

“Kabarnya para sopir yang membawa ayam dari Kalsel kesulitan masuk ke daerah Kalteng.
Mungkin ini yang menyebabkan naiknya harga ayam potong,” ujarnya.

Selanjutnya, dari penelusuran di lapangan, kesulitan para sopir angkutan adalah masalah prosedur harus menyediakan surat keterangan sehat, bebas dari virus Corona melalui hasil rapid yang di dapat dari Dinas Kesehatan tempat asal sopir. Sedangkan untuk mendapatkan surat keterangan tersebut diperlukan biaya, dan masa berlaku suratnya pun hanya beberapa hari. 

Andri, salah satu sopir angkutan yang ditemui sebelum melewati jembatan timbang yang sekarang dijadikan posko Covid-19 perbatasan Kalsel-Kalteng mengatakan, untuk penjagaan di posko perbatasan jalan Trans Kalimantan Km 14, sebagai pintu masuk dari Kalsel menuju Kalteng, perlakuan untuk angkutan sembilan bahan pokok, termasuk ayam, tidak terlalu sulit karena tujuan dianggap sudah jelas.

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

“Tapi untuk masuk Kota Palangka Raya yang menerapkan PSBB, disana diberlakukan syarat, harus ada surat keterangan sehat, bebas dari virus Corona dari dinas kesehatan asal kota sopir,” ungkap  Andri. 

Hal ini juga diungkapkan Andi Bustan, Ketua Perhimpunan Perunggasan Indonesia (Pinsar) Kalteng, saat dikonfirmasi, Rabu (27/05) terkait aturan yang diterapkan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 yang bertugas di posko perbatasan Kota Palangka Raya.

Semua peternak ayam di Kalsel yang selama ini memasok ayam potong ke Kalteng diakuinya, mengeluhkan ketentuan bagi sopir angkutan yang masuk Kota Palangkaraya wajib mengantongi surat bebas Covid-19 dari Dinkes asal kota.

“Di Kota Palangka Raya harga ayam potong sudah mencapai Rp80.000 per kilogram, bahkan kemungkinan akan terus melonjak karena adanya aturan sopir angkutan harus mengantongi surat bebas Covid-19,” bebernya.

Penulis: Iwan Cavalera 
Editor: Bambang CE
Penanggung jawab: SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *