Pakar Epidemiologi: PSBB di Banjarmasin Perlu Diperpanjang

  • Whatsapp
Pakar Epidemiologi dr. H. Ida Bagus Gede (IBG) Dharma Putra

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II di Kota Banjarmasin berakhir pada Kamis (21/5/2020) ini. Hingga kini, belum ada sikap dari Pemko Banjarmasin untuk memutuskan apakah ada PSBB tahap III atau cukup disudahi di tahap II saja.

Menanggapi hal itu, Pakar Epidemiologi dr. H. Ida Bagus Gede (IBG) Dharma Putra, punya pandangan sendiri, ia mengatakan jika PSBB yang telah terlaksana di Kota Banjarmasin betul-betul dilaksanakan dengan sebaik mungkin, bisa dipastikan kota dengan julukan Seribu Sungai itu akan menjadi zona hijau.

Bacaan Lainnya

“Namun, kenyataannya, daerah tersebut masih didominasi oleh zona merah, belum bisa dikatakan menjadi zona hijau,” ucapnya pada awak mediausai menjadi pembicara pada Pelatihan Kedaruratan Covid-19 untuk Wartawan di Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kamis (21/5/2020) siang.

ia melihat ada tiga indikator utama yang menjadi penyukses pelaksanaan kebijakan pembatasan gerak aktivitas masyarakat itu.

Pertama, indikator epidemiologi, kedua indikator kesehatan dan terakhir indikator masyarakat.

“Dari indikator epidemiologi kita melihat bahwa temuan kasus mulai meningkat. Artinya belum menuju ke arah puncaknya, nanti kalau sudah pada puncaknya baru akan menurun. Sementara sekarang dari segi epidemiologi kasusnya meningkat, dan menyebar terus semakin luas,” jelas pria yang akrab disapa Dharma itu.

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

Kemudian, Direktur RSJ Sambang Lihum ini menambahkan, dari indikator kesehatan, ia melihat kinerja penanganan kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin sudah cukup bagus.

Sehingga, kasus-kasus positif Covid-19 yang sebelumnya belum pernah terlihat, akhirnya dapat ditemukan secara bersamaan dengan temuan kasus baru yang berimplikasi pada lonjakan kasus positif Covid-19.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) itu mengakui, dari indikator masyarakat, tingkat kepatuhan masyarakat masih belum optimal.

“Misalkan sari segi kedisiplinan memakai masker saja, masih banyak masyarakat yang berkeliaran dan tidak menggunakan masker,” ungkapnya.

Sehingga ia berpandangan, dari pengamatanya disertai dengan tiga indikator tersebut, idealnya PSBB di Kota Banjarmasin dapat diperpanjang.

“Tapi diperpanjang ini dengan catatan harus lebih diperketat pengawasan serta peraturannya. Agar masyarakat bisa tinggal di rumah,” tegas Dharma.

Dharma membeberkan, agar masyarakat tetap disiplin dan patuh terhadap peeaturan PSBB yang disepakati. Pemeribtah harus memuat ancaman hukuman dan kontrol yang ketat. Dengan melibatkan peran serta masyarakat, dalam artian di lingkungan RT/RW dan tetangga seiktar harus ikut serta saling mengingatkan untuk tidak ke luar rumah.

“Kalau aktivitas tidak ke luar rumah ini bisa dipertahankan selama 14 hari, yang sakit itu tinggal di rumah dan perawatnya yang datang untuk dilakukan pemeriksaan, yang perlu diisolasi dan dibawa ke tempat isolasi, yang perlu perawatan dibawa ke rumah sakit dan ditangani sesuai prosedur. Maka penularan akan menjadi nol dan kita harapkan Covid-19 bisa terhenti di Banjarmasin dalam 14 hari kedepan,” pungkas Dharma.

Penulis : Fudael
Editor : Zakiri
Penanggungjawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.