Capaian Tiga Satgas PSBB Kota Banjarmasin

  • Whatsapp
Salah satu Satuan Tugas (Satgas) dalam upaya mensukseskan PSBB di Kota Banjarmasin (dok)

BANJARMASIN,Kalselpos.com – Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk oleh Tim Gugus Tugas percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin sempat mengalami hambatan dalam menegakkan Peraturan Walikota (Perwali) dalam mensukseskan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota dengan julukan seribu sungai itu.

 

Bacaan Lainnya

 

Salah satunya Satgas Penegakkan Perwali, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, dari segi penegakan Perwali selama pelaksanaan PSBB yang dilaksanakan salah satu unsur GTPP Covid-19 Kota Banjarmasin itu diakuinya sempat terjadi hambatan dan mengakibatkan adanya tarik-ulur keputusan.

Ia menjelaskan, seperti saat pasar-pasar sekunder (non-sembako) seperti toko konveksi yang diminta untuk tidak beroperasi selama tiga hari pada beberapa waktu lalu.

“Mayoritas mereka menolak lantaran pekan ini memasuki musim Lebaran di mana para pedagang pasar sekunder berharap banyak dalam waktu-waktu ini,” jelasnya saat ditemui awak media di Gedung Balaikota Banjarmasin, Rabu (20/05/2020) siang.

Kendati demikian, setelah melakukan pertemuan dengan perwakilan pedagang pasar sekunder (non-sembako), akhirnya pihaknya menemukan keputysan yang bisa diambil tanpa merugikan para pedagang.

“Kita temukan formula yang cukup untuk menjadi titik temu. Pasar sekunder boleh buka, dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan,” lugas orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai itu.

lanjutnya, Protokol kesehatan yang dimaksud yaitu wajib menggunakan masker, cuci tangan, serta tiap akses keluar masuk pasar harus dicek suhu tubuh.

“Langkah ini diambil agar dampak ekonomi selama pandemi Covid-19 bisa ditekan,” ujarnya.

Disamping itu itu, mantan anggota DPDR Provinsi Kalimantan Selatan itu menyebut, bahwa Satgas Sispamkota telah menjalankan tugasnya dengan baik dan maksimal dalam mengawal kebijakan yang membatasi ruang gerak masyarakat itu.

Menurutnya, capaian itu terjadi lantaran adanya kebijakan PSBB yang juga diterapkan di 3 wilayah yang berbatasan langsung dengan ibukota Provinsi Kalimantan Selatan itu.

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

“Kota Banjarmasin terbantu dengan tiga daerah penyangga yaitu Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala yang juga melaksanakan PSBB sejak 16 Mei 2020 lalu. Sehingga kita bisa saling bersinergi,” tegasnya

Kemudian pria yang akrab disapa ibnu itu menambahkan, adanya Satgas Kesehatan juga berdampak baik, khususnya bagi perkembangan kasus Covid-19 di Kota Baiman itu.

“Pergerakan yang dilakukan salah satu unsur penyukses kebijakan PSBB tahap II ini cukup masif dalam melakukan tracking untuk mengetahui penyebaran virus Corona,” bebernya.

Pasalnya, dengan didukung sebanyak 1.500 alat rapid test dan 2.000 rapid test cadangan, Ibnu yakin angka kasus positif Covid-19 semakin naik.

“Jangan terlalu alergi dengan angka (kasus) yang naik, karena ini merupakan angka hasil tracking seluruh klaster yang ada di Banjarmasin. Karena inilah yang harus kita temukan untuk memutus rantai penyebarannya,” pungkasnya.

Penulis : Zakiri
Penanggungjawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *