Warga Desa Walatung berharap Bansos segera Turun

  • Whatsapp
Salahudin, Kepala Desa Walatung.

BARABAI, kalselpos.com – Pandemi Covid-19 terus mewabah dan membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan masyarakat. Bukan cuma di kota, warga padesaan juga merasakan dampaknya. 

Bantuan sosial dari pemerintah yang diharapkan bisa meringankan beban ekonomi  belum juga diterima. Seperti yang dialami warga Desa Walatung Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Advertisements

Bacaan Lainnya

Ratusan warga di desa penghasil bakul purun, karet, gula aren dan kolang Kaling itu hanya bisa berharap Bansos segera disalurkan pemerintah. Karena sudah dua bulan Corona melanda mengakibatkan perekonomian masyarakat makin terpuruk. Harga karet anjlok dan hasil perkebunan juga menurun tajam.

“Kami berharap bantuan sosial segera turun. Kehidupan makin susah, harga karet anjlok cuma Rp4000 per kilogram,” ujar Jaleha warga Desa Walatung RT 6 kepada kalselpos.com, Sabtu (16/5/2020).

Hal senada juga disampaikan Abdul Jalil yang tinggal di RT 5. Menurutnya, bantuan sosial yang sangat diharapkan masyarakat sudah sangat terlambat. “Di daerah lain sudah dapat, kenapa desa kami belum, jangan biarkan kami mati kelaparan,” ujarnya menggerutu.

Menurut Jalil, banyak warga desa yang terpaksa menjual bebek petelur miliknya karena harga telur yang terus anjlok.

“Harga telur itik murah sekali tidak sebanding dengan harga pakan yang terus naik. Banyak warga yang terpaksa menjual bebek karena tidak sanggup lagi bertahan,” ungkapnya.

Disampaikannya, jauh sebelum Corona melanda, bantuan untuk warga miskin atau kurang mampu dalam Program Keluarga Harapan (PHK) di desanya masih belum tepat sasaran. “Masih ada warga mampu yang dapat. Sementara yang benar – benar miskin tidak dapat bantuan,” cetusnya.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Walatung, Salahuddin menjelaskan, Bansos dari pemerintah pusat memang belum turun. Namun pihaknya tidak tinggal diam. Harapan agar Bansos segara diterima warganya, adalah harapan semua aparat desa Walatung.

Salahudin memaparkan, efek dari Corona memang sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Harga komoditas yang dihasilkan warga desa anjlok ketitik paling rendah.

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan

Selatan dan Nasional

 

Ditanya tentang masih adanya penerima BLT yang tidak tepat sasaran, Salahuddin tidak menampik. “Kita akui memang masih ada yang tidak tepat sasaran. Karena data penerima BLT masih memakai yang lama tahun 2018 dan 2019,” ungkapnya.

Salahudin merincikan, untuk penerima BLT di desa Walatung sebanyak 85 KK. Pihaknya sudah melakukan pendataan terbaru dan disampaikan ke Dinas Sosial.

“Namun usulan tambahan dari kami tidak semuanya bisa diterima dan ada yang dikembalikan lagi. Makanya yang dapat BLT orangnya yang itu – itu saja,” ujarnya.

Salahuddin berharap, masyarakat  bisa bersabar. Dirinya mengakui, sebagai kepala desa hampir setiap hari menerima keluhan tentang bantuan yang belum juga dikucurkan dan BLT yang masih ada tidak tepat sasaran. “Berat juga sebenarnya yang kami hadapi, namun inilah kenyataannya. Kita hanya bisa memberikan pengertian kepada warga,” ujarnya.

Dia berharap, bagi warga yang tidak menerima BLT atau Bansos dari pemerintah pusat untuk tidak berputus asa. Karena itu bisa diatasi dengan Bansos yang diambil dari Dana Desa.

“Sesuai keputusan dari menteri desa bahwa 25 persen dana desa akan dialokasikan untuk penanganan Corona,” tutupnya.

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE
Penanggung jawab: SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan

Selatan dan Nasional

Advertisements

Tinggalkan Balasan