Pemprov Kalsel  siapkan dua Gedung Karantina Khusus

  • Whatsapp
USAI JUMPA PERS - Wakil Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid 19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq (kiri) berbincang serius dengan anggota tim gugus tugas usai jumpa pers di Gedung Ideham Chalid.(Anas Aliando)

BANJARBARU, kalselpos.com – Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Tim Gugus Tugas Percepatan dan penanganan Covid-19 Kalsel bakal melakukan karantina khusus dan testing secara masif. Dua gedung karantina pun disiapkan di Banjarbaru yaitu Bapelkes dan Ambulung.

Tidak itu saja, tim juga akan segera mendatangkan ribuan alat Rapid Test dan Swab Test untuk dibagikan di 13 Kabupaten kota se Kalsel.

Advertisements

Bacaan Lainnya

“Pemprov Kalsel sudah menyiapkan dua gedung milik pemerintah untuk menampung para pasien positif Covid-19 tanpa gejala maupun yang bergejala ringan. Ada dua gedung karantina khusus disiapkan di Gedung Bapelkes dan Ambulung Banjarbaru,” ungkap Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Provinsi Kalsel didampingi Sukamto Kepala Karantina Khusus, saat konferensi pers di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Senin (11/5/2020) petang.

Disampaikannya, sebelumnya dua gedung tersebut disiapkan hanya untuk ODP. Namun dalam perkembangan selanjutnya juga menampung pasien positif gejala ringan dan orang tanpa gejala.

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan

Selatan dan Nasional

 

“Penanganan pasien positif yang dikarantina di kabupaten/kota akan dipindahkan semuanya ke karantina khusus yang disiapkan provinsi,” ujarnya.

Hanif berkata, fasilitas yang tersedia selama karantina adalah ruang ber AC, makanan bergizi, penanganan medis oleh para dokter umum dan spesialis, perawat, bidan, bimbingan psikologi, olahraga peningkatan imun dan pengamanan yang ketat.

“Selama karantina berlangsung keluarga pasien akan diberikan santunan,” ungkapnya.

Diutarakannya, Tim gugus tugas juga akan melakukan jemput bola kepada ODP maupun OTG. “Program karantina masif dijalankan untuk segera memutus mata rantai penularan Covid-19 di Banua,” ujarnya.

Hanif menambahkan, selain itu  juga akan dilakukan tracking, tracing dan testing secara masif. Gugus provinsi akan mendatangkan 50 ribu rapid test kit dan swab test dalam waktu dekat agar dapat mempercepat temuan kasus positif yang masih ada di lapangan.

Diakui Hanif selama ini jumlah testing oleh tim epidemiologi tidak mampu mengejar penularan virus Covid-19. “Diharapkan dengan semakin banyak testing maka kasus positif yang masih ada dapat segera ditangani lebih cepat,” tandasnya.

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE
Penanggung jawab: SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan

Selatan dan Nasional

Advertisements

Tinggalkan Balasan