Ibnu Sina : “Jangan Ada lagi Petugas Medis Tertahan di Perbatasan”

  • Whatsapp
Petugas jaga di perbatasan memeriksa identitas pengendara saat hendak memasuki Kota Banjarmasin (Ilustrasi)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Pemerintah Kota Banjarmasin langsung melakukan respon cepat terhadap aduan masyarakat tentang adanya petugas medis atau kesehatan yang tertahan di batas kota lantaran sudah melewati batas pemberlakuan jam malam.

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku sudah mengkoordinasikan dengan jajaran petugas yang berjaga di Posko Perbatasan (Polresta, TNI, Satpol-PP dan Dishub) bahwa ada pengecualian bagi mereka yang termasuk dalam kategori petugas medis.

Bacaan Lainnya

“Pagi tadi sudah kita sampaikan kepada setiap petugas yang berjaga di sana kalau mereka yang masuk dalam daftar petugas medis itu dikecualikan saat pemberlakuan jam malam,” ucapnya dalam video yang dikirim melalui akun instagram pribadinya.

Ia menjelaskan, selain petugas medis, pengecualian juga berlaku pada petugas PLN, PDAM, ambulance, pemadam kebakaran dan armada pembawa sembako.

Orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu mengaku tidak ingin kejadian tersebut sampai terulang kembali. “Jangan sampai ada lagi petugas kesehatan kita yang berada di garis depan dalam penanganan wabah Covid-19 ini mendapat halangan ketika ingin menjalankan tugasnya,” harapnya.

Sehingga, dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berakala Besar (PSBB) tahap II yang berlaku sejak 8 Mei sampai dengan 21 Mei 2020, seluruh petugas medis seperti dokter, dokter gigi, perawat, bidan apotiker, radiografer, analis kesehatan, tenaga surveilen dan tenaga medis lainnya yang menjalankan tugas di fasilitas layanan kesehatan baik di dalam maupun luar Kota Banjarmasin untuk diberi pembebasan saat melewati setiap Pos Penjagaan Kota Banjarmasin dalam 24 jam.

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan

Selatan dan Nasional

 

“Dengan catatan yang bersangkutan memiliki KTP Banjarmasin dan identitas diri sebagai tenaga medis,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar kabar di sosial media tentang adanya petugas kesehatan yang dilarang memasuki wilayah Kota Banjarmasin saat hendak menuju tempatnya bertugas di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Bumi Antasari itu oleh oknum petugas yang berjaga di batas kota.

Salah satu petugas kesehatan mengaku sangat heran jika petugas medis yang bekerja untuk menangani yang terpapar virus Corona itu malah dibatasi pergerakannya dengan adanya jam malam.

“Kalau memang seperti itu peraturannya apa kami harus melakukan WFH (WorkFrom Home) juga,” singkat wanita yang enggan disebut identitasnya itu.

Penulis : Zakiri
Penanggungjawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan

Selatan dan Nasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *