Fenomena Bulan Bercincin hiasi Langit Banua

  • Whatsapp
Fenomena bulan bercincin menghiasi langit Banjarmasin Minggu malam.(ist)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Fenomena bulan bercincin terjadi di langit, Minggu (3/5/2020) sekitar pukul 22.30 Wita. Fenomena yang membuat terpukau dan kagum warga Banjarmasin ini tak ketinggalan untuk diabadikan fotografer profesional dan warga biasa yang hanya menggunakan kamera ponsel.

Cincin yang melingkari bulan itu terlihat berwarna putih. Namun secara samar jika diperhatikan dengan fokus, pada lingkaran tersebut tampak warna-warni pelangi. Tak jauh dari bulan yang terlihat bercahaya redup lantaran diselimuti awan tipis terdapat satu bintang berkilau, yang bila dilihat dari daratan bumi jaraknya seperti hanya berkisar satu setengah meter.

Bacaan Lainnya

Fenomena ini terpantau hanya berkisar dua  jam lamanya. Sekitar pukul 00.30 Wita lingkaran putih dipadu warna-warni pelangi mulai melebar jauh dari titik bulan dan lingkaran itu semakin tidak jelas tampaknya. Juga, cahaya bulan yang semula terlihat redup dilintasi awan tipis mulai bersinar terang seperti menguning.

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan

Selatan dan Nasional

 

Banyak warga bertanya-tanya apa makna lingkaran itu, atau fenomena apa yang akan terjadi.

“Coba liat  dilangit, bulan dikelilingi lingkaran, pertanda Corona  akan pergi,” tulis Mahda, warga Sungai  Miai, di status WhatsApp-nya.

Fenomena alam itu juga menjadi topik perbincangan di medsos. Ada yang mengaitkan dengan wafatnya Ulama Kharismatik  KH Zuhdiannor yang meninggal dunia, Sabtu (2/5/2020) pagi. “Virus tetap ada, waliyullah ada jua
Virus diangkat, waliyullah diangkat jua
Biarkan kami (ulama) merayukan Allah Ta’ala spy mengangkat virus, ternyata sidin (Guru Zuhdi) menyalajur bulik. Silakan pian keluar rmh mlm ini, pandang indahnya bln dikelilingi lingkaran. Ini pertanda  virus mulai diangkat
Yaa Allah.. Guru kami Guru Zuhdi telah jd tebus,” tulis Ady Wiryawan, jurnalis yang tinggal di Handil Bhakti Barito Kuala dalam pesan WhatsApp-nya.

Sebagian warga menyarankan agar berdoa ketika melihatnya. “Inilah kebesaran Allah. Lebih baik berdoa saja, minta dimudahkan apa yang menjadi keinginan kita,” kata Novianti, ibu rumah tangga yang tinggal di Kayutangi Banjarmasin yang turut keluar rumah menyaksikan fenomena ini.

Menurut data yang dikumpulkan Kalsel Pos dari berbagai sumber menyebutkan, fenomena bulan bercincin adalah fenomena di sekitar bulan atau yang disebut halo. Namun ini tak mirip dengan halo matahari. Halo bulan biasanya tampak pada malam hari dan berwarna putih. Tetapi halo matahari adalah pelangi berbentuk lingkaran.

Halo bulan disebabkan oleh pembiasan cahaya bulan yang merupakan cermin sinar matahari, dari kristal es di bagian atas atmosfer. Kristal es ini berasal dari pembekuan super tetesan air dingin dan ada di awan cirrus yang terletak di ketinggian 20.000 kaki atau lebih. Kristal ini berperilaku seperti permata pembiasan, dan mencerminkan ke arah yang berbeda.

Cincin yang muncul di sekitar bulan berasal dari sinar yang melewati sisi enam kristal es di atmosfer tinggi. Kristal es ini membiaskan atau menekuk cahaya dengan cara yang sama seperti belokan lensa kamera cahaya. Cincin ini memiliki diameter 22 derajat. Kadang-kadang, jika beruntung, bisa dilihat cincin kedua, yang berdiameter 44 derajat.

Bentuk kristal es menghasilkan fokus cahaya ke dalam sebuah cincin. Karena kristal es biasanya memiliki bentuk yang sama, yaitu bentuk heksagonal, maka cincin bulan hampir selalu berukuran sama. Lingkaran cahaya bisa dihasilkan oleh sudut pandang yang berbeda dalam kristal, dan lingkaran cahaya dapat dibentuk dengan sudut 46 derajat.

Penulis : Anas Aliando
Editor : Aspihan Zain
Penanggung jawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan

Selatan dan Nasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.