Pemko Banjarmasin siapkan Rp21 M untuk terapkan PSBB

  • Whatsapp
Ibnu Sina

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Untuk mendukung pelaksanaan rencana kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menyiapkan anggaran bagi masyarakat kalangan rentan terdampak sebesar Rp21 Miliar untuk kurun waktu 2 minggu.

Sehingga, dalam sehari pemko akan menggelontorkan dana sebanyak Rp1,5 Miliar dalam sehari untuk membantu tanggungan beban masyarakatnya.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan oleh Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina disela pembagian masker gratis di perbatasan Kota Banjarmasin-Kabupaten Barito Kuala, Kamis (9/4/2020) siang.

“Kita siapkan Rp1,5 Miliar per hari, konsekuensinya itu selama 14 hari atau 30 hari. Tapi itu masih dalam tahap bayangannya,” jelasnya pada awak media.

Namun, jika maksimal PSBB diterapkan selama 30 hari, maka Pemko membutuhkan anggaran Rp45 Miliar untuk menjamin kebutuhan masyarakat kalangan rentan.

Sebelumnya, rencana kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemko Banjarmasin mencuat dari perkataan Walikota Banjarmasin. Pasalnya kasus virus Corona di kota yang berjuluk Seribu Sungai itu semakin melonjak naik per harinya. Hal itu yang membuat orang nomor satu di Banjarmasin itu bersikeras untuk memperketat akses keluar-masuk kota.

Ia mengatakan sudah mengajukan permohonan PSBB terhadap Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor. “Hari ini kami menyampaikan kepada Pak Gubernur, untuk diteruskan kepada Pak Mentri Kesehatan,” ucap Ibnu,

Menurut Ibnu, pihaknya sudah mempersiapkan semua persyaratan untuk penerapan PSBB di Banjarmasin. Dimana salah satunya yaitu siap untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Banjarmasin.

“Dari hasil rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), arus lalu lintas barang dan jasa akan berjalan dengan normal, cadangan ketersediaan bahan pokok juga cukup,” bebernya.

Pihaknya menilai, kebijakan tersebut harus segera diterapkan di Kota Banjarmasin. Hal itu terjadi karena melihat kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin belum bisa terkendali, sehingga kota ini rawan zona merah Covid-19.

Bahkan, berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, kasus Corona per Jumat (10/4/2020) pukul 10.00 Wita, Kota Banjarmasin mendominasi sebanyak 221 orang dalam pemantauan (ODP), 5 pasien dalam pengawasan (PDP), 12 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang saat ini masih diisolasi, serta 3 orang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19.

“Kami berharap ususlan ini bisa segera disetujui, dalam rangka memuus mata rantai virus Corona di Banjarmasin, bahkan Kalsel,” tandasnya.

Menanggapi rencana tersebut, salah satu warga Banjarmasin, Abdul Mukti mengungkapkan, menurutnya hal itu merupakan kebijakan yang sulit untuk diterapkan di Ibukota Kalimantan Selatan ini.

“PSBB sebenarnya kelanjutan dari physical distancing. Sementara, berkaca pada penerapan physical distancing yang lalu saja masih banyak warga yang belum mematuhinya,” paparnya, Jumat (10/4/2020).

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

 

Namun, kendati begitu, ia sangat mendukung penuh upaya Pemko untuk menerapkan kebijakan PSBB tersebut demi memutus mata rantai virus yang belum ditemukan vaksinnya itu.

“Kalau kita berkaca pada Jakarta yang hari ini resmi menerapkan PSBB, usaha transportasi dibatasi hanya boleh menerima separuh penumpang dari kapasitas armadanya. Selain itu, ojek online juga hanya boleh menerima orderan pesan-antar, tidak boleh menerima penumpang. Artinya Pemerintah harus siap menanggung kebutuhan mereka,” pungkasnya.

Penulis : F Zakiri
Editor : Aspihan Zain
Penanggung Jawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.