Satu PDP penentu Kapuas zona merah atau hijau

  • Whatsapp
Dokter Tri Setya Utami Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.(ist)

KUALA KAPUAS, Kalselpos.com –Setelah adanya dua orang pendatang ibu dan anak dari Boyolali Jawa Tengah, yang terindikasi sakit dengan ciri-ciri suspek  Covid-19, dan berstatus Pasien Dalam Pengawasan
(PDP), ditambah lagi 1 PDP dari kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas berada di zona kuning. 

Sabtu (4/3), dokter Tri Setyo Utami mengumumkan status PDP ibu dan anak yang berasal dari Jawa Tengah negatif, maka tinggal menunggu hasil 1 PDP dari kecamatan Basarang yang terindikasi suspek Covid-19 setelah pulang dari mengikuti kegiatan keagaman di Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Jika negatif, Kabupaten Kapuas kembali ke zona hijau. Namun jika sebaliknya, kemungkinan kabupaten Kapuas menjadi  zona merah.

Dokter Tri Setya Utami, Kabid Bidang P2P Dinas Kesehatan Kapuas, mengatakan, pasien yang dirujuk ke RSUD Dorys Sylvanus Kota Palangka Raya, pada tanggal 31 Maret 2020, pasien ibu dan anak yang baru datang dari Boyolali Jawa Tengah dinyatakan negatif. 

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

 

“Walaupun negatifnya dua orang PDP ibu dan anak asal Desa Tumbang Siring Kecamatan Pasak Telawang, Kapuas tetap berada pada zona kuning, karena masih tersisa  1 PDP asal Maluen Basarang,” sebut Tri.

Namun, apabila pasien berusia lanjut yang baru pulang dari daerah Sulawesi yang sekarang berstatus PDP ini negatif, maka Kapuas akan aman kembali menjadi daerah zona hijau.

“Bila sebaliknya, justru memprihatinkan, mari kita doakan yang terbaik buat kita,”  harap Tri Setyo Utami.

Penulis: Iwan Cavalera 
Editor: Bambang CE
Penanggung jawab: SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.