Dana Kompensasi Rp700 Miliar dipertanyakan, Sebuku Grup diminta Komitmen

  • Whatsapp
Ketua DPRD Kotabaru memimpin jalannya RDP

KOTABARU, Kalselpos.com – Dana kompensasi yang disediakan oleh perusahaan Sebuku Grup sebesar Rp700 miliar kembali dipertanyakan oleh sebagian orang yang tergabung dalam lembaga swadaya masyarakat. Bahkan pemerintah daerah dan kalangan anggota DPRD pun ikut mempertanyakannya.

Sekedar informasi, pihak perusahaan bersama pemerintah daerah telah menuangkan kesepakatan didalam Memorandum of Understanding (MoU) ditahun 2010 silam, kemudian ada perubahan ditahun 2014 terkait dengan isi dari MoU tersebut. Hingga sekarang, dana kompensasi sebesar ratusan miliar tersebut belum diketahui secara pasti untuk keperluan apa saja yang telah dikucurkan untuk pembangunan di daerah, yang terdengar mencuat ke permukaan sebagian dana itu hanya dikeluarkan pada saat rehab perluasan pembangunan Siring Laut, namun itupun tidak diketahui berapa besaran nominal rupiah yang dikeluarkan oleh Sebuku grup.

Bacaan Lainnya

Menyikapi hal itu, Senin kemarin (16/3), dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan jajaran anggota DPRD yang dihadiri oleh Sekdakab Kotabaru, perwakilan instansi serta kalangan masyarakat yang tergabung dalam lembaga swadaya masyarakat dan perwakilan perusahaan Sebuku grup.

Dalam hearing yang digelar terkuak bahwa MoU yang diperbaharui pada tahun 2014 lalu akan berakhir pada September 2020 nanti dan itu menjadi perhatian besar seluruh peserta yang berhadir.

Sebagian kalangan juga menyoal dana kompensasi tersebut ada karena rencana aktifitas pertambangan yang akan dilakukan oleh Sebuku grup, ada beberapa point yang menjadi perhatian besar yakni, pembangunan jembatan penghubung Pulau Laut dengan daratan Kalimantan, penyediaan embung dan pembangunan PLTU yang ada di Deaa Sigam. Namun karena adanya perubahan nantinya akan ada yang direvisi sebagaimana kebutuhan pembangunan yang sekarang.

Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru, Syairi Mukhlis saat di wawancarai mengatakan bahwa, MoU sudah disepakati sejak tahun 2010 dan kemudian ada perubahan di tahun 2014 lalu yang mana ada peralihan dari rencana pembangunan jembatan Pulau Laut berubah kepada pembangunan infrastruktur lainnya.

“Hari ini kita menagih komitmen dari Sebuku grup dan sudah terjawab pada saat RDP tadi mereka tetap berkomitmen dengan dana kompensasi tersebut apa yang tertuang didalam MoU pada tahun 2014 hingga 2020,” tuturnya.

Menurutnya, yang harus dilaksanakan adalah merevisi kembali MoU yang ada karena berbatas waktu pada September 2020 sudah habis. Oleh karenanya, setelah nantinya ada penandatangan bersama baru dilihat sampai berapa tahun perusahaan dapat menyelesaikan MoU tersebut.

“Kami minta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru agar segera membuat revisi dari MoU itu, sehingga pada pertemuan lanjutannya nanti sudah tertuang semuanya apa-apa saja perencanaan pembangunan yang akan dikerjakan,” harapnya.

Menyikapi hal itu, Sekdakab Kotabaru, H Said Ahmad Assegaf menyatakan, didalam MoU tahun 2014 lalu sudah jelas ada perubahan-perubahan dan sekarang pekerjaan rumah pemerintah adalah untuk bisa merubah kembali isi dari MoU itu sehingga bisa menyesuaikan dengan apa saja perencanaan pembangunan kedepan.

Dikatakannya lebih jauh, ia berharap pihak-pihak terkait jangan lagi membahas persoalan yang terjadi di belakang. Sekda menilai bagaimana caranya dana kompensasi Rp700 miliar itu mesti terealisasi untuk kemajuan pembangunan di daerah dan harus dikawal dengan baik.

 

Baca juga :

 

 

“Yang sekarang kita diskusikan adalah bagaimana agar dana itu bisa cepat terealisasi dan kami meminta dalam setiap tahunnya Sebuku grup mesti menggelontorkan dana sebesar Rp100 miliar untuk pembangunan sebagaimana permintaan daerah,” jelasnya pula.

Sementara, Site Manager Sebuku grup wilayah Pulau Laut, Yohan Gesong mengungkapkan, pihaknya sampai sekarang tetap berkomitmen dengan dana kompensasi sebesar ratusan miliar sebagaimana yang tertuang didalam MoU.

“Didalam rapat tadi sudah jelas kami katakan bahwa kami berkomitmen, dan mudah-mudahan pada pertemuan selanjutnya bisa lebih detail lagi sehingga apa yang dijalankan jelas,” ujarnya.

Penulis : Fauzi
Editor : Aspihan Zain
Penanggungjawab : SA Lingga

 

Download aplikasi versi android  kami di Play Store Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Terimakasih sudah komen dengan bahasa santun, tidak dengan kalimat pertentangan suku agama dan ras.

1 Komentar

  1. We’re a bunch of volunteers and opening a new scheme in our community. Your site offered us with helpful info to work on. You have done a formidable task and our entire neighborhood might be grateful to you.