Wabup jadi Narsum di Rakerkesda -Paparkan Langkah Penurunan AKI dan AKB

MENJELASKAN- Wakil Bupati Kabupaten HSS, Syamsuri Arsyad, menjelaskan ‎langkah dan strategi Pemkab dalam menurunkan dan mengurangi angka kematian anak dan ibu.(Humas)

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Syamsuri Arsyad, menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kalsel 2020, di Hotel Rattan In Banjamasin.

KANDANGAN, Kalselpos.com-Rakerkesda Kalsel 2020 tersebut, mengangkat tema implementasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Bacaan Lainnya

Dalam rakerkesda tersebut, Wabup Kabupaten HSS, Syamsuri Arsyad, memaparkan‎ langkah dan strategi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS dalam menurunkan dan mengurangi AKI dan AKB, yang pada awalnya sangat prihatin dengan kebiasaan masyarakat, yang lebih memilih ke dukun kampung dari pada pergi ke bidan desa. “Kondisi tersebut membuat tingkat kematian bayi dan ibu saat proses persalinan cukup tinggi,” ujarnya.

Nah, inilah awal permasalahan yang dihadapi, sehingga terciptalah sebuah gagasan ide, namun tidak memutus profesi dukun kampung dalam masyarakat.

Akhirnya, kata wabup, Pemkab HSS melalui Dinas Kesehatan membuat kebijakan, agar bidan dan dukun kampung saling bekerja sama dalam menangani persalinan.

Diantaranya, bidan desa menangani proses persalinan secara medis, dan dukun kampung membantu bidan untuk membersihkan ibu dan bayi pasca persalinan.

Selain itu, dukun kampung ‎membawa pasien ibu yang akan melahirkan ke bidan desa atau ke puskesmas terdekat. “Agar dukun kampung tidak kehilangan penghasilan pemda memberikan intesif,” ujarnya.
‌‎
Dikatakannya, melalui kerja sama tersebut, akhirnya perbedaan pendapat yang terjadi di masyarakat bisa diselesaikan dengan baik, tanpa harus menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

‎Program kerjasama bidan desa dan dukun kampung tersebut dibuat dalam satu program dengan nama Si Midun ke Faskes, atau strategi kemitraan dukun kampung dan bidan rerujuk ubu kersalin ke fasilitas kesehatan. “Program Si Midun ini menjadi inovasi dan meraih penghargaan tingkat nasional,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Syamsuri, upaya-upaya lain untuk menekan AKI dan AKB adalah membangun Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang kini telah ada hampir di setiap desa di wilayah Kabupaten HSS. “Selain untuk memperluas layanan kesehatan yang tidak terjangkau, Pukesmas, Poskesdes berperan dalam memberikan pelayanan pra dan pasca kelahiran‎,” ujarnya.

Penulis : Sofan
Editor : Wandi
Penangung Jawab : SA Lingga

baca juga berita lainnya:

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait