Karena merasa lapar, isteri dianiaya

PELAKU - Salahudin (47) pelaku yang tega aniaya istri saat ditemui di ruang Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Timur.(ist)

Salahudin (47) yang tega menganiaya istrinya Endang Mulia Hayati (42) hingga meninggal dunia, Sabtu (7/3) sekitar pukul 23.45 Wita lalu ternyata hanya karena merasa lapar.

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Alasan itu di akui Salahudin saat ditemui di ruang Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Timur, Selasa (10/3) kemudian emosi karena pada saat pulang ke rumah isterinya sedang tidur dan saat dibangunkan tidak menghiraukan.

Bacaan Lainnya

“Saya emosi pada saat pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan saat itu merasa lapar, lalu membangunkan istri saya meminta makan, tapi tidak dihiraukan,” terangnya.

Merasa tidak dihiraukan itulah katanya lagi, membuat dirinya emosi dan tanpa pikir panjang langsung melakukan penganiayaan terhadap korban.

“Karena isteri tak menghiraukan saya emosi dan langsung memukulinya dengan galon, serta benda yang ada disekitar,” terangnya.

Kasi Humas Polsek Banjarmasin Timur Aiptu Partogi menegaskan, untuk barang bukti yang diamankan galon, raket badminton, pigura foto dan tutup makanan.

“Untuk pelaku kita amankan tak jauh dari rumah orang tuanya di kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur,” terang partogi.

Akibat ulahnya pelaku dijerat Pasal 44 ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 Tentang tindak pidana penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Penulis: Hafidz
Editor: Bambang CE
Penanggung jawab: SA Lingga

baca juga berita lainnya:

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait