PDIP usung Syafrudin dan Andi Rudi, balon Bupati dan Wabup Tanbu

  • Whatsapp
H. Syafruddin H. Maming (kanan) saat di Kantor DPP PDIP. (istimewa)

Akhirnya terjawab sudah teka teki bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), dalam ajang kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tanbu yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

BATULICIN, Kalselpos.comSaat di konfirmasi melalui selulernya, balon bupati Tanbu H. Syafrudin H. Maming oleh Kalselpos dan beberapa media di Tanbu, Rabu (19/2) terkait dengan ikhwal penandatanganan atas ditetapkannya menjadi kontestan Pilkada Tanbu oleh DPP PDIP di Jakarta ia menyarankan agar pihak media melakukan konfirmasi kepada DPD PDIP Kalsel.

Saat dikonfirmasi Kalselpos sore tadi melalui WhatsApp, Sekretaris DPD PDIP Kalsel H. Syarifuddin (Bang Din) tidak membantah informasi tersebut.

Bang Din membenarkan bahwasanya hal itu sudah ditandatanggani SK penetapan atas nama H. Syarifudin H. Maming yang berpasangan dengan H. Andi Rudi menjadi balon Bupati dan Wakil Bupati Tanbu, oleh Ketua Umum PDIP Hj. Megawati Sukarno Putri di Jakarta.


Baca Juga :
Pertandingan Balogo meriahkan HUT PDIP Tanbu
Kasus suap Harun Dinilai Pengaruhi Elektabilitas PDIP di Pilkada
KPK akan Panggil Sekjen PDIP

“Ada tiga kabupaten yang sudah di tandatanggani oleh DPP PDIP. Pertama Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kota Baru dan Kota Banjar Baru. Untuk Kabupaten Kota Baru HM Zairullah Azhar berpasangan dengan Dzulkifli AR, dan Aditya Mufti Arifin berpasangan dengan Ahmad Rifani Iwansyah untuk Kota Banjar Baru,” ungkapnya.

Disampaikan oleh Bang Din, sementara untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel belum ada keputusan dari DPP PDIP seperti halnya Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Balangan.

Penulis: Kristiawan
Editor: Bambang CE
Penanggung jawab: SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store
Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Terimakasih sudah komen dengan bahasa santun, tidak dengan kalimat pertentangan suku agama dan ras.