Pelayanan Publik, perhatian utama Bupati

PERLIHATKAN NASKAH - Bupati Batola dan Manager UP3 PLN Banjarmasin memperlihatkan naskah MoU usai penekenan.(ist)

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) dalam upaya Pemungutan dan Penyetoran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan pembayaran rekening listrik.

MARABAHAN, kalselpos.com – MoU antara Bupati Hj Noormiliyani AS dengan Manager Unit Pusat Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Banjarmasin, Basuki Rahman ini dilakukan di ruang Rapat Bupati Batola, baru-baru ini.

Bacaan Lainnya

Adapun nilai setoran pemungutan pajak penerangan jalan (PPJ) untuk tahun 2019 yang diterima Pemkab Botala sebesar Rp11.873.326.367.
Sebelumnya, Bupati Hj Noormiliyani AS kepada Manager UP3 PLN Banjarmasin Basuki Rahman dan Manager Bagian Pelayanan Pelanggan Banjarmasin Dani Ramdani, serta Unit Layanan Pelanggan (ULP) Marabahan Pramudya Nur Perdana meminta agar tidak ada lagi pemadaman (byar pet) di wilayah Batola.

Lebih-lebih saat ini Pemkab Batola tengah bertekad untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat di semua sektor, baik menyangkut pendidikan, kesehatan, termasuk listrik.

baca juga berita barito kuala lainnya :

“Sesuai dengan tema kita bahwa di 2021 pelayanan publik menjadi perhatian utama. Saya berpikir apa pun jenis layanan, baik itu listrik, pendidikan, kesehatan dan lainnya sesuai tuntutan masyarakat harus lebih ditingkatkan,” tutur Bupati sembari mengutarakan Pemkab Batola mendirikan mal pelayanan publik.

Karena itu, mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu kembali menekankan agar tidak ada lagi “byar pet” di daerahnya. Dikesempatan pertemuan ini, Noormiliyani juga menanyakan tentang pembangunan Pembangkit Listrik di Jelapat, Kecamatan Tamban.

“Dengan terbangunnya listrik di wilayah itu akan mampu mengantisipasi perkembangan ke depan,” harapnya.

Mengingat jika itu terjadi maka yang jadi korban adalah para UKM dan usaha rumahan.
“Mari kita sama-sama meningkatkan pelayanan. Saya harapkan jangan ada lagi byar pet, kan listriknya sudah surplus,” ujarnya.

Menanggapi itu, Manager Unit Pusat Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Banjarmasin, Basuki Rahman mengatakan, PLN sudah membangun Gardu Induk Marabahan sendiri yang tadinya ikut dengan Gardu Kayutangi.

Dengan terbangunnya Gardu Induk Marabahan, sebut Basuki, akan memangkas jarak jangkauan sehingga frekuensi gangguan berkurang di samping kualitas tegangan lebih kuat dan plek lebih bagus.

Terkait dengan peningkatan pelayanan, Manager UP3 PLN Banjarmasin Basuki Rahman mengatakan, tekad yang dilakukan Pemkab Batola kebetulan sama dengan yang diterapkan PLN saat ini.

Hal demikian, pihaknya bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Kalaupun terjadi gangguan, pihaknya berupaya menerapkan sistem broadcast supaya masyarakat bisa mengetahui.

Penulis : Muliadi
Editor : Bambang CE
Penanggungjawab : SA Lingga

baca juga berita barito kuala lainnya :

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait