Pembunuh Ibu Kandung sempat tengak Seledryl

PULANG PISAU, Kalselpos.com – Agus Iping (25) pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya bernama Liling alias Mama Wiwin (56), ternyata sebelum melakukan tindakan sadisnya itu, terlebih dahulu menengak obat batuk jenis Seledryl sebanyak 10 butir (1 Keping).

Baca juga=Polisi Gelar Rekontruksi Pembunuhan di Terminal Banua Lima

Bacaan Lainnya

“Ibu, kalau ada salah saya minta maaf, ” begitu ungkapan kata penyesalan yang keluar dari mulut pria yang mengenyam pendidikan sekolah hanya sampai bangku sekolah kelas 1 SMP di Mapolres Pulang Pisau, saat acara Press Release kasus pembunuhan ibu kandung dan kebakaran rumah di Desa Kanamit Kecamatan Maliku.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono BPM, SH.SIK melalui Wakapolres Pulang Pisau Kompol Imam Riyadi pada acara Press Release di Mapolres Pulang Pisau, Jumat (24/1) mengatakan peristiwa tindak pidana pembunuhan dan pembakaran 1 unit sepeda motor yang mengakibatkan 2 rumah terbakar bermula pada hari Kamis tanggal 23 Januari 2020 sekira pukul 17.30 wib di Desa Kanamit RT 03 Kecamatan Maliku, tersangka Agus Iping datang ke rumah mencari hendpone miliknya yang hilang, namun tidak ketemu.

 

Kemudian pelaku marah-marah dan mengamuk di depan pintu. Sementara korban Lingling datang ke rumah selepas dari rumah tetangganya, untuk menemui anaknya yang sedang marah-marah.

“Kemudian tiba-tiba tersangka memukul korban dengan menggunakan timbangan besi (Dacing), hingga korban jatuh ke lantai dalam posisi terlentang depan teras rumah depan pintu, ” bebernya.

 

Setelah itu, tersangka masuk ke dalam rumah untik mengambil korek api, kemudian membakar selang calbulator sepeda motor Yamaha Jupiter Z milik tersangka yang terparkir di teras rumah.

Setelah itu, tersangka kembali mendatangi korban yang sudah tersungkur denhan kembali memukulnya berulang-ulang menggunakan timbangan besi, mengakibatkan kepala korban keluar darah. Sementara, api menjalar ke rumah dan mengakibatkan 2 rumah terbakar, rumah korban dan rumah Anah alias bapak Bogeh.

“Kemudian tersangka menjauh dari TKP. Selanjutnya saksi bermana Winarti dengan di bantu saudara Uluh mengangkat korban menjauh dari api yang semakin membesar itu, ” ungkapnya.

Akibat dari perbuatan tersangka, korban meninggal dunia dengan luka pada bagian kening dan kepala serta mengakibatkan 1 unit motor terbakar dan 2 unit rumah terbakar, dengan kerugian materiil di perkirakan mencapai Rp. 220 juta.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, 1 buah timbangan gantung yang terbuat dari tembaga, 1 unit ranmor Yamaha Jupiter Z, korek api, baju dan celana korban. Sementara dari hasil visum ditemukan luka memar dan robek pada dahi sebelah kanan, dan tulang dahi pecah mengeluarkan darah dan cairan berwarna bening yang diduga cairan otak. Sementara pada kelopak mata kiri lebam mengeluarkan darah, hidung dan mulut juga mengeluarkan darah. Diperkirakan tulang dasar tengkorak atau penyangga otak pecah, sehingga keluar cairan bening.

“Setelah mendapatkan keterangan dari para saksi, kemudian di lakukan penangkapan terhadap tersangka di sekitar TKP sekira pukul 20.00 wib. Tersangka saat ini sudah berada di Polres Pulang Pisau untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, ” tandasnya (BS).

Baca juga=Polisi Gelar Rekontruksi Pembunuhan di Terminal Banua Lima

“Terhadap tersangka sendiri kita kenakan Pasal 44 ayat (3) UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga atau Pasal 338 KUHPidana ATAU Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dan Pasal 187 KUHPidana,” tutupnya.

Penulis : tim/kalselpos.com
Penanggung jawab : SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com

Kalselpos.com

Pos terkait