Kegiatan BPM Program Kota Tanpa Kumuh Diresmikan

BARABAI, Kalselpos.com – Wakil Bupati Bery Nahdian Furqan, S.P Resmikan Kegiatan BPM Program Kota Tanpa Kumuh ( Kotaku ) Kelurahan Barabai Darat, Kecamatan Barabai di Rt01 Kelurahan Barabai Darat, kemarin.

Baca juga=Pekan gelar Workshop Kota Tanpa Kumuh

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perkim HST,Pimpinan Pondok Pesantrin Nurul Muhibbin,Team Leader Program KOTAKU Kalsel, Satker PJP Program KOTAKU Kab HST, Camat Barabai, Lurah se Kecamatan Barabai, seluruh Koordinator LKM serta penerima manfaat dan undangan lainnya.

Koordinator LKM Kelurahan Darat Tasfudinor mengungkapkan, kegiatan LKM Budi Mulia Kelurahan Barabai Darat dalam Program Kota Tanpa Kumuh sejak tahun 2017 – 2019.

Kelurahan Barabai Darat mendapatkan bantuan dana pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR sebagai berikut di tahun 2017 sebesar Rp 500.000.000 dengan kegiatan pembuatan jalan paving dan saluran drainase yang berlokasi di RT 7 dan RT 8, Tahun 2018 menerima dana BDI lagi sebesar Rp 1.500.000.000 dengan kegiatan jalan paving dan drainase dan tahun 2019 LKM Budi Mulia kembali menerima bantuan dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) sebesar 1.500.000.000 yang diperuntukan untuk kegiatan, ” pertama Septictank komunal sebanyak 28 unit dan rehab sebanyak 56 unit, kedua Drainase dengan volume 531meter, ketiga Paving block dengan volume 1.146,5 meter.semua jenis kegiatan ini mengacu pada 7 indikator Kumuh dan SK Kumuh Bupati HST,” terangnya.

 

Wakil Bupati Bery Nahdian Furqan, S.P nama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah menyampaikan apresiasi dan bangga atas terlaksananya kegiatan ini yang merupakan wujud peran sosial sebuah program pro rakyat yang diharapkan pemerintah, yang berdampak luas dan menyentuh masyarakat secara langsung, dan Berry berharap semoga tujuan program kota tanpa kumuh (kotaku) dapat terus ditingkatkan .

lebih lanjut Berry mengatakan dalam penerapan program kota tanpa kumuh ( KOTAKU) banyak nilai yang berharga dan layak untuk dikembangkan eksistensinya dalam rangka memperbaiki kualitas hidup masyarakat.tidak sekadar mengejar kuantitas dan kualitas fisiknya saja, tetapi lebih menekankan implementasi nilai – nilai universal (Gerakan Mural), prinsip universal kemasyarakatan ( Good Governance) dan pembangunan berkelanjutan.

masih dalam sambutannya Berry mengatakan sesuai dengan tujuan umum program ini yaitu meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar dipermukiman kumuh perkotaan untuk mendukung perwujudan permukiman perkotaan yang layak huni,produktif dan berkelanjutan,

“Terkandung maksud pertama memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur dan fasilitas pelayanan di permukiman kumuh perkotaan, kedua adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perkotaan melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh, berbasis masyarakat dan partisipasi pemerintah daerah, ” ucapnya.

mengakhiri sambutanya Berry mengingatkan, usainya sebuah pembangunan bukan berarti usai pula tanggung jawab masyarakat terhadap fisik bangunan, bangunan harus dipelihara kelestarian dan kualitas agar umur fisik bangunan lebih optimal dan masyarakat harus menanamkan prinsip rasa memiliki dan tanggung jawab.

Baca juga=Pekan gelar Workshop Kota Tanpa Kumuh

acara dirangkai penandatangan prasasti kegiatan BPM tahun 2019 oleh Wakil Bupati Bery Nahdian Furqan, S.P dan serah terima penyelesaian pekerjaan kegiatan BPM serta dilanjutkan peninjauan kelokasi yang ada disekitar pesantren Nurul Muhibbin.

Penulis: adiyat
Editor: wandi
Penanggung Jawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait