Sistem Barcode permudah Identifikasi Tumbuhan Lahan Basah

BANJARMASIN, kalselpos.com – Amalia Rezeki – ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia ( SBI ), memperkenalan sistem baru dalam mengidentifikasi koleksi tumbuhan di Arboretum Mangrove Tumbuhan Lahan Basah yang dikelola SBI dengan Universitas Lambung Mangkurat ( ULM ) Banjarmasin, dikawasan Stasiun Riset Bekandan dan Ekosistem Lahan Basah di Pulau Curiak – Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Baca juga=Agribisnis dan Pariwisata, Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Kalsel

“Hari ini masih dalam rangkaian Hari Lingkungan hidup Indonesia kami meluncurkan sistem baru dalam pengenalan koleksi tumbuhan lahan basah di Arboretum kami dikawasan stasiun riset bekantan – Pulau Curiak, dengan sistem digital yang dikenal dengan sistem barcode QR “, kata Amalia Rezeki ketua SBI foundation.

Sistem barcode ini dirancang oleh Candra Pratama mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi ULM semester akhir.
Sejumlah pohon utama koleksi tumbuhan lahan basah di Arboretum mangrove telah dipasang barcode. Sehingga pengunjung arboretum yang sudah menggunakan aplikasi barcode dismartphone, bisa langsung membaca informasi seputar tumbuhan tersebut.

 

“Alhamdulillah, hari ini saya dan tim relawan SBI, baru saja selesai memasang barcode pada koleksi tumbuhan lahan basah di arboretum mangrove milik SBI – ULM. Jadi nanti pengunjung tinggal melakukan scan pada barcode ini, maka akan keluar keterangan mengenai informasi tumbuhan tersebut”, jelas Chadra yang juga tergabung sebagai anggota Tim Peneliti Muda SBI.

Sementara itu Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Sc, M.Si rektor ULM, menyambut baik atas pemasangan sistem barcode terhadap koleksi tumbuhan lahan basah di arboretum mangrove tersebut.

“Sebuah upaya cerdas, diera digital ini SBI mengembangkan sistem barcode untuk identifikasi koleksi tumbuhan lahan basah di arboretum mangrove yang dikelola bersama antara SBI dengan ULM, harapan saya upaya ini dapat mempermudah bagi pengujung untuk mengenal tumbuhan lahan basah dikawasan arboretum, apalagi kita akan kedatangan tamu summer course dari Universitas New Castle Australia,” kata Sutarto Hadi.

 

Arboretum mangrove ini didirikan, sebagai wahana studi dan pelestarian lingkungan serta kawasan penyejuk bumi. Arboretum mangrove ini didirikan oleh Amalia Rezeki dan didukung oleh Prof. Dr. H. Sutarto Hadi. M.Sc., M.Si rektor Universitas Lambung Mangkurat yang juga sebagai pembina SBI foundation.

Arboretum mangrove adalah hutan percontohan tumbuhan lahan basah yang berisi berbagai macam spesies tumbuhan mangrove yang berguna sebagai tempat pendidikan dan pengenalan jenis-jenis mangrove kepada mahasiswa, peneliti dan masyarakat.

Baca juga=Agribisnis dan Pariwisata, Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Kalsel

Adapun jenis tumbuhan yang banyak dijumpai di kawasan arboretum adalah ; Rambai (Sonneratia caseolaris), Bintaro (Cerbera manghas), Jingah (Gluta renghas), Beringin (Ficus microcarpa), Putat (Barringtonia asiatica), Piai (Acrostichum aureum), Kelakai (Stenochlaena palustris), Jeruju (Acanthus illicifolius), Bakung (Crinum asiaticum), Pipisangan (Ludwigia hyssopifolia), dan masih banyak lagi tumbuhan khas lahan basah terutama jenis tumbuhan mangrove.

Penulis: Hafidz
Editor: Bambang CE
Penanggung jawab: SA Lingga.

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait