RSJD Sambang Lihum ingin berorientasi Bisnis

  • Whatsapp
Dirut RSJD Sambang Lihum, dr. H. IBD Dharma Putra, MKM.

MARTAPURA, kalselpos.com – Ada tiga target besar yang ingin dicapai Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sambang Lihum yang berada di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

“Target yang ingin kita capai, pertama mempunyai pelayanan yang aman dan berkualitas. Itu sudah kita capai dengan mendapat akreditasi paripurna. Harusnya dalam waktu yang tidak terlalu lama akreditasi paripurna itu menjadi internasional,” ujar Dirut RSJD Sambang Lihum, dr. H. IBD Dharma Putra, MKM kepada Kalsel Pos, Senin (13/1/2020) siang.

Bacaan Lainnya

Baca juga=RSJD Sambang Lihum raih WBK dari Kemenpan RB

Mantan Sekda  Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini mengatakan, target yang kedua, ingin melakukan reformasi birokrasi, sehingga RSJD Sambang Lihum punya Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan punya pelayanan yang bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme.

“Itu sudah bisa kita dapat dengan menjadi wilayah bebas dari korupsi. Wilayah daerah bebas korupsi harus dinaikkan menjadi wilayah birokrasi bersih melayani,” ujarnya.

Sedangkan target yang ketiga, papar pria yang terkenal ramah dengan jurnalis ini adalah, RSJD Sambang Lihum  ingin mempunyai pendapatan rumah sakit yang meningkat, sehingga supsidi  yang diterima setiap tahun bisa berkurang.

“Kita berkeinginan bisa lebih mandiri. Kita harus bikin trobosan yang bersifat bisnis yang orientasi pada pendapatan, selama ini orientasi kita  kemasyarakatan sosial, itu tetap kita lakukan, tetapi orientasi bisnisnya juga akan kita tingkatkan,” tuturnya.

Dharma pun berkeinginan, kalau ada cek atau tes tentang kejiwaan calon jemaah haji, pejabat,  para pekerja dan untuk penjurusan mahasiswa serta siswa, itu bisa di jaring ke RSJD Sambang Lihum, sehingga rumah sakit ini menjadi satu satunya pusat kesehatan jiwa dirumah sakit.

Baca juga=RSJD Sambang Lihum raih WBK dari Kemenpan RB

“Kalau kita bisa mengambil itu, Rp15 Milyar bisa kita dapat. Sehingga subsidi bisa berkurang. Saat ini subsidi Rp10 sampai Rp12 milyar. Belum lagi untuk dana pendamping dan pemeliharaan,” tandasnya.

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE
Penanggungjawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.