Pasar Terapung Muara Kuin “berganti” Kuin Alalak

  • Whatsapp
PASAR TERAPUNG - Lokasinya Pasar Terapung kini sedikit lebih mudah dijangkau, tepatnya di siring depan Makam Sultan Suriansyah.(istimewa)

Sekian lama “mati suri”, akhirnya Pasar Terapung yang dulunya berada di Muara Kuin, Kecamatan
Banjarmasin Utara “hidup lagi”. Pasar tradisional yang berusia lebih 400 tahun itu kembali digiatkan
Pemko Banjarmasin melalui Kecamatan Banjarmasin Utara
========================
BANJARMASIN, K.Pos – Bila dahulu letak pasar tersebut di kawasan dermaga penyeberangan Alalak, kini
lokasinya sedikit lebih mudah dijangkau, tepatnya di siring depan Makam Sultan Suriansyah.

Namanya pun kini dirubah menjadi Pasar Terapung Kuin Alalak. Perubahan nama tersebut lebih
dikarenakan letaknya berada persis antara daerah Kuin dan daerah Alalak, Kecamatan Banjarmasin
Utara.

Bacaan Lainnya

Baca juga=Pasar Terapung Muara Kuin akan dipindah

Peresmian pasar yang menjadi ikon strategis destinasi wisata kota berjuluk seribu sungai ini, dilakukan
Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.

“Saat ini kita menghidupkan kembali salah satu warisan budaya sungai Indonesia yaitu pasar terapung.
Pasar terapung adalah brandingnya Kota Banjarmasin artinya, ketika orang berbicara tentang pasar
terapung atau floating market, maka pikiran meraka yaitu datang di Kota Banjarmasin,” ujar H Ibnu Sina
saat memberikan sambutannya, saat peresmian pasar tersebut, Sabtu (11/1).

Ia berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat Bumi Kayuh Baimbai agar menyebut pasar terapung
tidak dengan kalimat pasar apung.

Menurutnya, saat ini dibeberapa tempat di Indonesia mulai bermunculan destinasi wisata buatan
dengan memasarkan keindahan danau atau sungai mereka dengan sebutan pasar apung.

Untuk itu, ia berharap, sebagai masyarakat yang dikenal sangat menjunjung tinggi nilai budaya dan
kearifan lokal, maka penyebutan pasar tersebut tidak boleh dirubah.

“Saya coba luruskan untuk membiasakan diri untuk menyebutnya dengan pasar terapung bukan pasar
apung. Di tempat lain mulai meniru serta mulai memasarkan keindahan sungai ataupun danau dengan
branding pasar apung, jadi kita orang Banjar jangan sampai ikut-ikutan untuk menyebut pasar apung
akan tetapi pasar terapung,” jelasnya.

Pasar terapung Kuin Alalak dibuka setiap hari Sabtu dan Minggu pagi. Diharapkan seluruh lapisan
masyarakat bisa mempromosikan destinasi wisata tersebut kepada seluruh wisatawan yang datang ke
kota ini.

Camat Banjarmasin Utara, Apiluddin mengatakan, jumlah pedagang yang berjualan di Pasar Terapung
Kuin Alalak sekira 150 pedagang.

Baca juga=Pasar Terapung Muara Kuin akan dipindah

Meski begitu, lanjutnya, pihaknya tidak membatasi jumlah pedagang yang ingin bergabung dan
berjualan di pasar tradisional itu. “Kami di sini tidak membatasi ayo sama-sama kita menghidupkan
kembali pasar terapung yang sudah mati suri,” katanya.

Penulis: Fudail/rel
Penanggung jawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.