Sungai Martapura “tercemar” Limbah B3

  • Whatsapp
: SAMPEL – Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin bersama Krimsus Polda Kalsel, melakukan pengambilan sampel dugaan pencemaran limbah oli yang masuk hingga ke aliran sungai.(fudail)

DLH ambil Sampel dan serahkan ke Proses Hukum

“Bila melihat secara fisik kondisi air di sekitar lokasi dan Sungai Martapura, timbunan oli bekas
tersebut memang sudah membuat air tercemar, golongan limbah tersebut bahkan masuk dalam
kategori B3 (bahan berbahaya dan beracun)”
=====================================
BANJARMASIN, K.Pos – Dinas Lingkungan Hidup kota Banjarmasin mengambil sampel atau contoh air
Sungai Martapura, yang tercemar limbah oli bekas.

Bacaan Lainnya

Diduga limbah tersebut berasal dari salahsatu rumah yang juga dijadikan tempat penampungan oli
bekas, di Jalan Kapten Piere Tendean, Banjarmasin.

Baca juga=Pencemaran Sungai Satui Diduga dari Limbah Tambang

“Sepertinya ini asalnya dari tempat tinggal pemilik penampungan oli PT Gaya Bakti, limbahnya meluber
ke Sungai Martapura,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Drs Mukhyar MAP, Kamis
(9/1) kepada wartawan.

Menurutnya, proses pengambilan sampel pencemaran tersebut dilakukan dibeberapa titik, seperti di
dalam pabrik, drainase pinggir jalan Kapten Piere Tendean, hingga di Sungai Martapura.
Proses pengambilan sampel jelasnya, juga melibatkan aparat Kepolisian dari Krimsus Polda Kalsel, yang
menindaklanjuti dugaan lain jika terjadi pelanggaran hukum.

“Awalnya memang dari aduan masyarakat hari Sabtu (5/1) yang lalu, maka Dinas LH langsung
menyelidiki, benar adanya pembuangan oli yang kadaluarsa,” ungkapnya..
Dikatakannya, bila melihat secara fisik kondisi air di sekitar lokasi dan Sungai Martapura, timbunan oli
bekas tersebut memang sudah membuat kondisi air tercemar, golongan limbah tersebut bahkan masuk
dalam kategori B3 (bahan berbahaya dan beracun).

“Karena ini sudah kategori bahaya, maka tindakan dilakukan. Pelaku usaha oli bekas itu, oleh pihak
Krimsus Polda Kalsel, rumahnya sudah dipasangi garis polisi,” bebernya.

Diharapkan pesan Mukhyar, para pengusaha yang ada di kota itu dapat benar-benar menaati segala
ketentuan yang berlaku dan tidak membuang limbah usahanya ke sungai. Karena perbuatan itu dapat
merusak lingkungan dan berdampak hukum bagi pelakunya.
“Pada dasarnya limbah B3 itu bukan untuk dibuang ke sungai, tapi dikelola dengan baik oleh pelaku
usaha,” ingatnya.

Limbah yang terlanjur masuk ke aliran sungai, sangat berbahaya bagi masyarakat dan juga dapat
mengganggu biota air.

Baca juga=Pencemaran Sungai Satui Diduga dari Limbah Tambang

“Pengambilan sempel ini untuk barang bukti dan juga di proses penyelidikan lebih lanjut, diserahkan
pada Krimsus Polda Kalsel,” tandasnya.

Penulis:Fudail/asihan zain
Penanggung jawab : SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.