DBD Mengancam Warga Barut

Pogging- Petugas Dinkes Barut saat melakukan fogging di kota Muara Teweh.
30 Kasus Selama Bulan Desember
================
MUARA TEWEH, K Pos– Jumlah penderita penyakit Demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Barito Utara terus bertambah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, untuk periode bulan Desember 2019 saja terdapat sebanyak 30 kasus, orang yang terserang wabah penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti, dan sebagaian besarnya adalah warga Kota Muara Teweh.
Sehubungan dengan hal tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, H Siswandoyo SKm MKes mengimbau kepada masyarakat, agar waspada terhadap penyakit tersebut, serta melakukan prilaku hidup bersih dan sehat. Untuk pencegahan, kata dia, masyarakat dapat melakukan gerakan 3M Plus, yakni menutup, menguras bak mandi, dan mengubur barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai.
Kemudian menaburkan bubuk Larvasida atau Abate pada penampungan air untuk membunuh jentik nyamuk, menggunakan pakai kelambu dan kasa nyamuk, menggunakan lation anti nyamuk dan menanam tanam-tanaman yang bisa pengusir nyamuk. ‘’Ini langkah awal untuk pencegahan terhadap penyebaran penyakit DBD yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti,” kata Siswandoyo, Senin (6/1/20).
Selain itu, untuk mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) terhadap penyakit DBD ini, Dinas Kesehatan juga sudah melaksanakan pengasapan (fogging) di beberapa lokasi wilayah dalam kota Muara Teweh. Menurutnya, banyak permintaan dari masyarakat agar pihaknya melakukan fogging di daerah-daerah yang dinilai rawan penyakit DBD.
Siswandoyo juga mengimbau kepada masyarakat, apabila mengalami sakit demam tinggi agar segera berobat ke puskesmas, rumah sakit atau ke tempat pelayanan kesehatan terdekat sehingga segera mendapat pengobatan.
Ada tiga fase DBD yaitu pertama fase demam berdarah yang terjadi segera setelah virus mulai menginfeksi. Gejala paling khas yang muncul pada fase ini adalah demam tinggi lebih dari 40 ºCelsius yang muncul tiba-tiba. Demam tinggi biasanya berlangsung selama 2-7 hari.
Fase kedua yaitu fase kritis, setelah melewati fase demam, orang yang sakit demam berdarah rentan mengalami fase kritis yang mengecoh. “Fase kritis ini disebut mengecoh karena ditahap ini demam akan turun drastis hingga ke suhu tubuh normal (sekitar 37 ºC) sehingga penderita merasa sudah sembuh. Beberapa orang bahkan ada yang sudah kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Kemudian fase ke tiga, fase ini apabila pasien demam berdarah sudah berhasil melewati fase kritis, ia umumnya akan kembali mengalami demam. Namun, hal ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Fase ini justru menandakan ia akan segera sembuh.
“Masa penyembuhan juga dapat dilihat dari peningkatan nafsu makan, sakit perut yang mereda, serta rutinitas berkemih yang juga kembali normal. Secara umum, orang yang sakit DBD bisa dikatakan akan sembuh jika jumlah trombosit dan sel darah putihnya kembali normal setelah dites,” terang H Siswandoyo.

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com