MENGATASI RASA RENDAH DIRI DAN MARAH DALAM PERGAULAN

SUNARTI,S.Pd. GURU BK DI SMPN1 BATULICIN

kalselpos.com – Alfa seoarang pelajar sering mengeluh tidak bisa bergaul dengan teman-temannya disekolah.Kalau teman-temannya mengobrol atau bersenda gurau pada waktu istirahat,ia lebih senang menyendiri didalam kelas atau menjadi pendengar saja.Alfa sebenarnya ingin bisa bergaul,bersenda gurau dan bermain seperti teman-temannya yang lain,tetapi dia tidak memiliki keberanian.

Alfa merasa rendah diri bila bergaul dengan teman-temannya karena menurut anggapannya dia tidak memiliki kemampuan atau kelebihan seperti yang dimiliki teman-temannya,padahal Alfa termasuk anak yang pandai dikelasnya.Beta baru saja merayakan ulang tahunnya akhir-akhir ini dia sering murung dan mudah tersinggung,disekolahpun dia sering menyendiri dan berusaha menjauhi teman-temannya.

Bacaan Lainnya

Padahal sebelumnya Beta tergolong anak yang cerdas dan lincah,dirumahpun dia sering uring-uringan tanpa alasan yang jelas.Tingkah laku yang aneh ini tentu membuat orang tuanya bingung.Seterlah melalui pendekatan akhirnya ibunya dapat mengetahui bahwa beta sering diolok-olok temannya karena memiliki jerawat yang besar-besar.

Itulah sebabnya Beta tidak mau bergaul lagi dengan teman-temannya.Pergaulan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan persahabatan dalam kehidupan bermasyarakat.Didalam bergaul setiap orang memiliki cara sikap dan gaya sendiri-sendiri.Perasaan malu dan rendah diri dapat dialami oleh siapa saja tanpa pandang bulu.

Entah si kaya atau si miskin,baik sarjana maupun yang hanya tamatan sekolah dasar tentu pernah selalu dibanding-bandingkan kemampuan diri mereka dengan remaja-remaja lain yang memiliki kemampuan intelektual lebih tinggi,dan jarang di bandingkan dengan remaja lain yang setara kemampuannya.Akibatnyabila mereka mengalami kegagalan,maka mereka menjadi kecewa,putus asa,merasa rendah diri dan akhirnya tidak mau berusaha lagi.

Secara keseluruhan penyebab timbulnya rasa rendah diri yaitu penyebab dari dalam individu meliputi hal-hal yang berasal dari keadaan fisik dan mental individu yang bersangkutan seperti cacat tubuh,baik yang diderita sejak lahir ataupun cacat tubuh yang disebabkan oleh kecelakaan.Adanya sifat-sifat seksual yang berlainan,misalnya anak laki-laki yang tingkah lakunya seperti anak perempuan akan sering merasa rendah diri bila bergaul dengan teman sejenis.

Adanya kepribadian yang lemah,adanya kelainan-kelainan bau mulut,bau badan,dan sebagainya.Penyebab dari luar individu yaitu hal-hal yang berasal dari luar individu yang bersangkutan seperti adanya sikap orang tua yang keliru didalam mendidik anak-anak.Misalnya terlalu melindungi,terlalu memanjakan,terlalu membebaskan,terlau otoriter dan sebagainya.

Adanya suasana keluarga yang tidak harmonis seperti orang tua yang sering cekcok,sering kawin cerai,dan sebagainya.Adanya perbedaan setatus ekonomi sosial.Masyarakat kelas bawah,khususnya dalam berhadapan dengan golongan atas biasanya lebih suka diam dan menunduk karena takut salah,takut kurang sopan,takut melanggar ,dan sebagainya.

Adanya perbedaan ras atau pun suku misalnya anak keturunan Cina yang bersekolah di dalam lingkungan anak-anak pribumi,atau sebaliknya.Marah adalah luapan emosi yang tidak terkendali,yang mengakibatkan kerugian bagi dirinya maupun orang disekelilingnya.Mengendalikan rasa marah bukanlah perkara yang gampang.

Karenanya tidak heran bila marah ini menjadi problem yang besar bagi remaja yang mendambakan keluhuran budi.Orang yang mampu menguasai diri disaat marah,itulah orang yang perkasa (Sabda Nabi Muhammad SAW) .Sebab timbulnya rasa marah karena tabiat atau watak,karena bersenda gurau yang melampaui batas,karena perdebatan yang tidak sehat,karena sombong,rendah diri dan karena sebab-sebab lain.

Kondisi yang menimbulkan marah pada remaja yaitu kondisi dirumah meliputi peraturan-peraturan cara berpakaian,pengawasan yang ketat,dibanding-bandingkan dengan saudara tentang kemampuannya,perbedaan pendapat antara para remaja dan orang tua,pembatasan dalam berbagai hal,diperlakuikan seperti anak kecil dan bentrok dengan saudara-saudaranya.

Jadi cara mengatasi rasa rendah diri dan sifat marah semua tergantung bagaimana kita menyikapi dan mengerti akan dunia siswa,anak dan remaja pada khususnya.Sebagai orant tua yang baik dan bijak harus faham dan mengerti dengan semua keadaan sekarang ini yang tentunya tidak dapat di samakan dengan keadaam atau zaman dahulu.

Penanggung jawab: SA Lingga.

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait