MAMPUKAH GURU MEMBANGKITKAN SEMANGAT SISWA

HERLIANTI,S.Pd GURU IPS DI SMP NEGERI 1 BATULICIN

kalselpos.com – Dalam dunia pendidikan yang pada umumnya sering di alami oleh guru adalah banyak siswa yang masih kurang percaya diri dalam melakukan kegiatan belajar mengajar,Mengapa demikian? Perlukah adanya metode yang berbeda dalam belajar mengajar agar siswa lebih termotivasi ,atau ada faktor-faktor lain yang menjadi penyebab siswa tidak percaya diri.

Selama ini mungkin kita sudah tidak asing dengan istilah “percaya diri “.Tidak semua orang bisa memiliki rasa percaya pada diri sendiri bahkan kita sendiri pun terkadang sulit menerapkannya dalam kehidupan yang nyata.

Bacaan Lainnya

Padahal, Tujuan pendidikan Nasional tercantum dalam undang undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 ( pasal 1) Yakni “ pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,penegendalian diri,kepribadian,kecerdasan,akhlak mulia,serta ketrampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat,Bangsa dan Negara”.

Artinya kita sebagai guru harus mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa meskipun terkadang sulit dan banyak rintangannya,Nah rintangan tersebutlah yang menjadi pemicu seorang guru dalam menghilangkan rasa minder pada siswa.Siswa yang pada umumnya kurang percaya diri setelah diselidiki dan dilakukan home visit oleh guru BK (Bimbingan Konseling ) ternyata disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya : orang tua kurang menyadari bakat siswa,kurang mengembangkan bakat,tidak berfikir positif,tidak perlu membandingkan diri sendiri dengan orang lain,dan siswa merasa banyak beban yang enggan bercerita dengn orang disekitarnya.

Menurut pengalaman yang terjadi dikelas 7 dari jumlah siswa 280 terdapat 30% siswa kurang percaya diri,langkah yang saya lakukan adalah melakukan bimbingan kelompok dan home visit.Dari langkah tersebut mendapatkan banyak perubahan bagi siswa yang saya bimbing.Diantaranya siswa menjadi lebih percaya diri dan mampu tampil didepan kelas tanpa ragu dan lebih membanggakan lagi nilai siswa yang didapat dari hasil pendekatan kami meningkat disemua pelajaran .

Menampilkan anak dalam pentas tampilan – tampilan yang sering ditampilkan yaitu hafalan surat pendek,rebana,puisi,menyanyi lagu tradisional maupun modern. Karena penampilan dalam acara itu sangat penting untuk menambah rasa percaya diri siswa dengan tidak gugup atau demam panggung saat berada di pentas.

Rasa percaya diri yang ada pada siswa itu memegang peranan penting dalam keberhasilan belajar,karena dengan adanya kata kurang percaya diri dapat menyebabkan peserta didik tidak bisa mengerjakan soal yang telah diberikan oleh guru,tidak mau tampil didepan kelas,malu bertanya kepada guru padahal banyak hal yang belum diketahui tentang berbagai mata pelajaran,karena kurang percaya diri akhirnya sering mencontek dalam ulangan atau tugas yang diterima dari guru mata pelajaran.

Percaya diri intinya dapat diciptakan dari berbagai lingkungan tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi semua lingkungan yang sehat dan sangat bermanfaat untuk siswa kedepannya. Banyak orang tua siswa yang tidah faham akan hal ini sehingga apa yang di lihat dirumah terkadang berlawanan dengan yang terjadi di sekolah.Siswa dirumah kurang terbuka dengan orang tua dikarenakan banyak factor diantaranya terlalu sibuk dengan pekerjaannya,terlalu cuek,menganggap semua tugas tentang kecerdasan atau ilmu anak sudah terpenuhi disekolah.

Fenomena ini sangatlah sering kami temui di lingkungan tempat mengajar saya,oleh karena itu sangatlah penting adanya kerjasama yang baik antara siswa,orang tua,lingkungan sekolah dan tak kalah pentingnya lingkungan masyarakat.Semua pihak tersebutlah yang punya peran penting dalam membangun kepercayaan diri pada siswa agar menjadi generasi muda yang membanggakan semua pihak.

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait