Pemprov Evaluasi Kebakaran Lahan dan Hutan 2019

Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris Makkie menyampaikan sambutan tertulis Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam acara Rakor evaluasi kebakaran lahan dan hutan tahun 2019 Senin siang.(Anas Aliando)

BANJARBARU, kalselpos.com – Jadikan musibah bencana yang pernah terjadi sebagai pembelajaran dan solusi untuk pencegahan di tahun 2020.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris Makkie dalam acara Rakor evaluasi kebakaran lahan dan hutan tahun 2019, antisipasi bencana banjir dan cuaca ekstrem tahun 2020,  bertempat di ruang pertemuan Aberani Sulaiman kompleks perkantoran Sekdaprov Kalsel di Banjarbaru, Senin (30/12/2019) siang.

Bacaan Lainnya

Baca juga=Pembangunan Jalan Poros Banjarbaru – Batulicin Terus Digeber

“Saya ingatkan, terus ditingkat koordinasi dan kolaborasi termasuk melakukan edukasi kepada masyarakat. Langkah lainnya melakukan koorporasi untuk bersama – sama peduli terhadap lingkungan,” ujar gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini mengingatkan, penanganan bencana di tahun ini menjadi bekal untuk menangani bencana yang terjadi. “Jangan terlambat dalam menanggulangi bencana, karena keterlambatan akan menimbulkan kerugian yang besar,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Wahyuddin mengatakan,  pihaknya akan melakukan langkah antisifatif dengan menitik beratkan pada upaya pencegahan.

Untuk mencegah banjir dirinya juga mengimbau kepada pemerintah kabupaten kota untuk segera menormalisasi sungai, membuat lubang resapan beopori, serta menanam pohon atau  penghijuan.

Pria yang biasa dipanggil Ujud  ini mengatakan, pihaknya sudah memasang alat canggih yakni sistem pencegahan di hulu atau pangkal sungai. Harapannya kalau terjadi air bah di ujung sungai, di hilir cepat mendapatkan pemberitahuan.

“Kami memasang alat Early Warning System (EWS) di enam Kabupaten yang rawan banjir. Kalau di hulu debit air naik maka sistem otomatis akan mengirimkan berupa SMS kepada kami,” ujarnya.

Untuk daerah yang telah terpasang di Kabupaten Tabalong ada 1 buah, Hulu Sungai Utara 2 buah, Hulu Sungai Tengah 1 buah, Hulu Sungai Selatan 1 buah, Kabupaten Banjar 1 buah, dan Tanah Bumbu 2 buah.

Baca juga=Pembangunan Jalan Poros Banjarbaru – Batulicin Terus Digeber

Usai menyampaikan sambutan tertulis gubernur, Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie, kepada kalselpos.com mengatakan, saat ini sudah ada empat kabupaten yang menyatakan siaga bencana banjir dan puting beliung.

“Empat kabupaten yang  menyatakan siaga banjir dan puting beliung, yaitu Tapin, Batola, HSS dan Banjar,” ujarnya.

Penulis: Anas Aliando
Redaktur: Bambang CE
Penanggungjawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait