Perubahan Batas Usia Perkawinan guna menekan Problem Rumah Tangga

oleh -987 views
Drs Akhmad Bahruni MAP

KUALA KAPUAS, Kalselpos.com – Fenomena Rumah tangga, Meningkatnya angka perceraian, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), Stunting, anak lahir dalam kondisi cacat, Ibu Meninggal saat hamil atau melahirkan (partus) dan lainnya, adalah yang melatar belakangi keluarnya Undang Undang Nomor 16 tahun 2019, tentang perubahan Undang Undang Nomor 1 tahun 1974, tentang perkawinan, salah satunya perubahan batas usia perkawinan.

Baca juga=Tenaga Honor Satpol PP Damkar Kapuas di Uji Kesamaptaan

“Kalau dulu  berdasarkan UU no 1 Tahun 1974 batas usia untuk pria 19 tahun, dan wanita 16 tahun, diubah menjadi 19 tahun baik untuk pria maupun wanita,” ujar Kasi Bimas Islam M. Poteran Sosilo SHI MA, di kantor Kemenag Kabupaten Kapuas, Jalan Tambun Bungai Kuala Kapuas, Selasa (3/12) pukul 11.00 Wib.

Menurutnya, batasan usia dalam perubahan itu  merupakan upaya  pencegahan menikah diusia dini, disamping itu ada juga upaya lain yang dilakukan dalam rangka pembekalan bagi calon pengantin seperti Suscatin atau kursus calon pengantin yang diadakan di KUA kecamatan dan Binwin atau Bimbingan Perkawinan yang diadakan di kantor Kemenag Kabupaten.

Poetran Sosilo

“Kegiatan tersebut kita laksanakan bagi calon pengantin (Bimwin Pra Nikah) maupun untuk remaja usia nikah di sekolah lanjutan atas dan juga mahasiswa,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Drs H Ahmad Bahruni MAP, menjelaskan, terkait UU no 16, tahun 2019, tentang perubahan batasan usia perkawinan, telah disosialisasikan ke semua kecamatan se Kabupaten Kapuas melalui Kepala KUA Kecamatan setempat untuk selanjutnya disosialisasikan ke semua lurah dan kepala Desa yang ada di Kabupaten Kapuas.

Pihaknya juga menjelaskan sebelumnya Kemenag juga sudah melakukan kerjasama dengan Dinas dan Badan terkait, seperti Dinas Kesehatan untuk meninjau masalah kesehatannya, BKKBN dan MoU dengan disdukcapil untuk masalah tertib data kependudukan bagi calon pengantin.

“Kemenag Kabupaten Kapuas pada komitmennya akan selalu menjalankan amanat pemerintah. Jika ada semacam aturan baru  yang mengatur tentang perkawinan yang tentunya sudah melalui berbagai pertimbangan,” ucap Kepala Kantor  Kemenag Kapuas.

Baca juga=Tenaga Honor Satpol PP Damkar Kapuas di Uji Kesamaptaan

Dia menambahkan, yang paling penting dalam mencegah pernikahan dini adalah, adanya pengawasan keluarga dan aktif dalam segala kegiatan disaat masih muda.

Penulis  : Iwan Cavalera
Editor : Aspihan Zain
Penanggungjawab : SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com