Gedung Perpustakaan Jangan Hanya Jadi Menara Gading

oleh -272 views
Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab ketika berkunjung ke Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kalsel, Kamis siang.(Anas Aliando)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Kolaborasi dengan antar negara cyber society dan antar lingkungan, menjadi kunci kita hidup sekarang, dimana kolaborasi akan menjadi alat vital untuk menyelesaikan persoalan.

Hal tersebut disampaikan Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab ketika berkunjung ke Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kalsel, Kamis (5/12/2019) siang.

Baca juga=371 Mahasiswa STKIP PGRI Banjarmasin di Wisuda

Menurut Najwa , salahsatu kenikmatan dirinya menjadi duta baca adalah berkesempatan untuk banyak keliling daerah melihat bagaimana contoh dan praktek dibeberapa daerah.

“Saya ke Kalsel sudah kali kedua, beda jauh 2017 dengan sekarang, perkembangannya alhamdulilah. Menurut saya kisah seperti ini, praktek baik di setiap provinsi, di suatu daerah penting untuk bisa disebarluaskan bisa dimultifikasi, entah sinergi yang erat antar pemerintah provinsi dengan pegiat literasi, dengan seniman dan sastrawan,” ujarnya.

Diutarakannya, ada begitu banyak komponen kalau kita bicara tentang literasi. Bukan hanya literasi digital tapi secara umum. “Literasi itu bukan hanya kemampuan membaca dan menulis tapi literasi itu kemampuan manusia untuk mengolah informasi untuk bisa berkualitas hidupnya. Ada begitu banyak aspek dalam literasi,” cetusnya.

Prisenter Program Mata Najwa Trans7 ini mengatakan, menjadi penting kolaborasi yang apik antara semua pihak untuk dapat mewujudkan tantangan itu.

“Saya senang Kalimantan Selatan dan banyak lagi daerah lain yang bisa mengikuti, praktek baik ini harus bisa ditiru daerah lainnya,” harapnya.

Najwa berujar, salahsatu bukti keberpihakan negara adalah dengan memberikan alokasi dana yang cukup untuk kebutuhan warganya.

“Kalsel keberpihakannya jelas karena alokasi anggarannya lumayan, Rp38 Milyar sekian. Delapan kali lipat dari sebelumnya dan itu salahsatu indikator dan tentunya masih banyak indikator lain,” katanya.

Najwa berpesan dan mengingatkan, memang  penting punya gedung perpustakaan yang bagus, penting untuk punya WiFi yang kencang dan tempat yang nyaman. Tapi Ini hanya menjadi ruang dan tidak akan bermakna kalau tidak diisi berbagai kegiatan. Karena itu penting mengajak masyarakat terlibat dalam pengelolaan perpustakaan.

“Bukan hanya tanggungjawab kedinasan bagaiman perpustakaan hidup, dengan berbagai aktivitas dimana perpustakaan bisa memungkinkan orang untuk datang, bebas berdiskusi mengembangkan imajinasi, berkreasi dengan banyak cara,” imbuhnya.

Najwa berkata, disatu sisi fasilitas itu penting tapi harus juga bisa dirasakan dan dimanfaatkan oleh banyak pihak.

Baca juga=371 Mahasiswa STKIP PGRI Banjarmasin di Wisuda

“Perpustakaan jangan  hanya jadi Menara Gading, jadi sepi. Disini saya lihat banyak orang, ramai pengunjung, banyak aktifitas orang melakukan banyak hal dan ciri perpustakaan yang sudah bisa merangkul semuanya,” tutupnya.

Penulis: Anas Aliando
Penanggungjawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com