Ekonomi Global Semakin Tidak Ramah

  • Whatsapp
Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor disambut Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalsel, Herawanto ketika tiba di Gedung Bank Indonesia Kalsel, Rabu pagi.(Anas Aliando)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Ekonomi global sepanjang tahun 2019 semakin tidak
ramah. Perang dagang meluas mencirikan turunnya
globalisasi. Digitalisasi meningkat pesat beserta begitu
banyak manfaatnya tapi juga resikonya.

Baca juga=HMI Cabang Banjarmasin Salurkan Bantuan untuk Sebuku

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalsel, Herawanto dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia 2019 bertemakan Sinergitas, transportasi, inovasi ekonomi Kalimantan Selatan untuk mendukung Indonesia maju bertempat di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Kalsel lantai 6, Rabu (11/12/2019) siang.

“Setidaknya ada 5 hal
penting ini yang perlu kita cermati. Pertama, pertumbuhan
ekonomi dunia menurun drastis pada tahun 2019 dan
kemungkinan belum akan pulih pada tahun 2020. Perang
dagang terbukti berdampak buruk bagi ekonomi di banyak
negara, tidak hanya Amerika Serikat dan Tiongkok,” ujarnya.

Herawanto menjelaskan,
peringatan  Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan Tahunan IMF
dan Bank Dunia di Bali, Oktober tahun lalu, dengan merujuk
kepada Game of Throne menjadi kenyataan.

Yang kedua, papar Herawanto,
kebijakan moneter belum tentu selalu efektif kalau hanya
bekerja sendiri. Penurunan suku bunga dan injeksi likuiditas
di banyak negara belum mampu menyelamatkan ekonomi
dunia. Bank Sentral tidak bisa sebagai the only game in town.

“Perlu Sinergi bauran kebijakan ekonomi nasional, daerah,
moneter, fiskal dan reformasi struktural,” cetusnya.

Kemudian yang ketiga, volatilitas
arus modal asing dan nilai tukar berlanjut. Menariknya imbal
hasil suku bunga perlu dijaga, tapi yang lebih penting adalah
kemudahan investasi dan promosi untuk menarik modal asing
khususnya PMA. “Keempat, digitalisasi meningkat pesat
merasuk ke berbagai sektor. Industri, perdagangan ritel,
sistem pembayaran, dan jasa keuangan dikuasai sembilan
pemain dunia. Karenanya, kita perlu membumikan
ekonomi keuangan digital secara nasional,” paparnya.

Baca juga=HMI Cabang Banjarmasin Salurkan Bantuan untuk Sebuku

Sedangkan yang kelima ujar Herwanto adalah, teknologi
digital  mengubah perilaku manusia seiring semakin
besarnya populasi milenial. “Konsumen menuntut produk yang
murah, cepat, sesuai selera. Perlu perubahan model bisnis dan
upgrading skill tenaga kerja,” ujarnya.

Hadir dalam pertemuan tahunan ini Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan sejumlah pejabat lainnya.

Penulis: Anas Aliando
Penanggungjawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.