Pengeboran gas Pertamina ‘menyembur’

oleh -670 views
Galih Pradikta Mochtar

 

Warga sempat mengungsi, kebun mereka pun Rusak

===========

TANJUNG, K.Pos – Warga Desa Pampanan, Kecamatan Pugaan, Kabupaten Tabalong, Kamis (14/11) malam lalu, sempat dikejutkan dengan semburan gas dan minyak di lokasi pengeboran migas milik PT Pertamina EP Aset 5 Tanjung Field.

Dampaknya puluhan warga yang tinggal di lokasi pengeboran mengungsi ke Mess Pertamina, di Murung Pudak, sambil menunggu kondisi aman.

Baca juga=Jalan Tanjung Semalantakan Segera dilakukan Pengaspalan

Camat Pugaan, Tajerianoor mengaku, kondisi warga yang mengungsi sehat dan suhu udara di lolasi pengeboran juga sudah aman. “Ada 35 warga yang kita ungsikan ke Mess Pertamina Murung Pudak, sambil menunggu kondisi aman,” jelasnya.

Asisten Manager Legal and Relation PT Pertamina EP Aset 5 Tanjung Field, Galih Pradikta Mochtar, membenarkan soal adanya semburan gas yang sempat menimbulkan bau di sekitar lokasi. “Semburan gas liar di lokasi pengeboran sudah kita tangani,” ujarnya.

Soal bau menyengat yang sempat dikeluhkan warga Desa Pampanan pun, sambungnya, mulai berkurang.

Sementara itu, pasca semburan gas liar di lokasi pengeboran migas Desa Pampanan, juga berdampak pada tanaman karet dan kebun warga setempat.

Kepala Desa (Kades) Pampanan, Ali Usa mengatakan, semburan gas menyebabkan tanaman karet layu dan menguning. “Para pemilik kebun karet sudah melaporkan persoalan ini ke Pertamina, dan pihak perusahaan berjanji akan membayar ganti rugi,” jelasnya.

Dari lokasi pengeboran migas cukup dekat dengan lahan pertanian dan kebun karet milik warga.

Namun dampak semburan gas liar mencapai ratusan meter, sehingga sejumlah warga diungsikan dan mendapat perawatan medis.

Asisten Manager Legal and Relation PT Pertamina EP Aset 5 Tanjung Field, Galih Pradikta Mochtar mengaku, juga telah mengimventarisasi tanaman karet warga yang terkena dampak semburan gas. “Jika sampel tanaman terbukti terkena dampak pengeboran, kami akan bertanggungjawab,” ucapnya.

Inventarisasi dan pengambilan sampel tanaman sendiri akan dilakukan oleh Dinas Pertaniam setempat, mencakup karet, jagung, padi, rambutan dan langsat.

Kepala Seksi Buah dan Tanaman Hias Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong, Endang Susilowati Dwi Hartati, membenarkan soal pengambilan sampel tanaman yang kemungkinan terkena dampak pengeboran migas.

Baca juga=Jalan Tanjung Semalantakan Segera dilakukan Pengaspalan

Sementara itu 35 warga Desa Pempanan, yang sempat mengungsi ke Mess Pertamina sebagian sudah pulang dan kondisi lokasi pengeboran juga  sudah aman.

Bau menyengat dari semburan gas liar juga sudah hilang dan siswa Madrasah Ibtisayah Negeri Pampanan, juga bisa kembali ke sekolah.

Penulis: Antara/SA Lingga
Penanggung jawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com