Pasutri Bikin Uang Palsu Tertangkap

oleh -644 views

 

AMUNTAI, Kalselpos.com – Satuan Reskrim Polres Hulu Sungai Utara (HSU) berhasil mengungkap kasus perkara pengedaran Uang Palsu (Upal) di wilayah hukumnya.

Terungkapnya, bermula dari keluhan masyarakat kota Amuntai yang resah dengan adanya, pembeli menggunakan uang palsu, khusunya pemilik warung kecil yang menerima pembayaran diduga Upal tadi.

Baca juga=UAS Ketemu Alumni Al Azhar di Amuntai 

Satuan Reskrim dan jajaran dibawah pimpinan Kasat Reskrim Iptu Kamaruddin, S.H berhasil menangkap pelaku pengedaran Upal berdasarkan laporan polisi pada Rabu, (20/11).

Terhadap itu, jajaran satreskrim HSU melalu Unit Jatanras melaksanakan penyelidikan dan didapat informasi ciri-ciri pelaku yang membelanjakan Upal kepada seorang pemilik warung dan ditolak.

“Oleh informasi yang diberikan pemilik warung tersebut. Pihak Satreskrim segera melakukan penyisiran tergadap diduga pelaku hingga ke jalan lorong Gerilya II no. 017 Rt. 4 Kelurahan Palampitan Hulu, Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten HSU. Petugas melihat sepeda motor yang biasa digunakan oleh pelaku dalam aksi terparkir didepan rumah. Selanjutnya, kedua pelaku diamankan dan ditemukan barang bukti yang diduga untuk membuat Uang Palsu serta sisa cetakan Upal,” terang Kapolres HSU AKBP Ahmad Arif Sopiyan, S.IK saat konfrensi pers di gedung Januraga Polres HSU, Kamis (21/11).

Diketahui pelaku merupakan pasangan suami istri atas nama Noor Syaifullah alias Fulah dan Zainab alias Nab yang diketahui bergerak sendiri tanpa ada jaringan lainnya.

Arif menjelaskan modus keduanya, memang mencetak sendiri dan dibelanjakan untuk kebutuhan pribadi. “Si suami bertindak sebagai mendesain dan mencetak dengan cara mendownload gambar uang di internet. Setelah itu, langsung di cetak menyesuaikan ukuran dengan uang asli menggunakan sebuah laptop dan printer serta menggunakan kertas HVS selanjutnya dipotong seperti uang asli. Kemudian si isteri tadi bertindak membelanjakan atau bertransaksi menggunakan upal tadi ke kios-kios,” terang Arif.

Agar uang cetakan tadi terlihat seperti aslinya. Para pelaku tadi mengoleskan lilin ke uang palsu yang dicetak tadi. Sedangkan terkait membelanjakan, menurut keterangan pelaku ada di 16 tempat yang berbeda dan kebanyakan masih di sekitaran wilayah Kabupaten HSU, serta 1 kali di daerah Lampihong Kabupaten Balangan dan 1 kali di pasar Nagara HSS dan hampir sekitar 5 bulan dalam aksinya.

Dimana belajar, pelaku mengakui mereka belajar secara otodidak melihat di internet. Adapun motifnya, mereka mengakui untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Barang bukti yang disita, Laptop, 1 unit kendaraan bermotor, alat cetak berupoa printer beserta tinta dan suntikannya, 6 lembar ketas uang palsu yang masih lengkap pecahan Rp. 100.000, 2 lembar kertas Upal yang dipotong pecahan Rp. 100.000, 1 lembar kertas Upal yang belum lengkap cetakannya pecahan Rp. 100.000, 1 lembar uang asli Rp. 20.000 dan bearang bukti lainnya.

Keduanya terancam dengan pasal 36 ayat (1) dan (3) Jo pasal 26 ayat (1) dan (3) undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman memalsukan 10 tahun dan mengedarkan 15 tahun.

Baca juga=UAS Ketemu Alumni Al Azhar di Amuntai 

Kapolres AKBP Arif Sopiyan, S.Ik yang dididampangi Kasat Reskrim Iptu Kamaruddin, S.H dan Kabag Humas Iptu Alam Saktiswara menghimbau kepada masyarakat HSU, ketika mendapatkan uang palsu seperti yang dimaksud agar tidak ditukarkan lagi ke lain. Tetapi, segera di informasikan kepada pihak kepolisian terdekat. Polres sendiri menjamin kerahasian identitas pelapor.

Penulis: adiyat
Editor: wandi
Penanggung jawab: SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com