Cek ‘kosong’ itu, Ternyata bukan milik Bupati

oleh -777 views
SALAMI JAKSA - Bupati Balangan, Drs H Ansharuddin M.Si menyalami jaksa usai menjalani proses sidang perdananya, di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Senin (25/11) kemarin.(Sa.lingga)

Bupati Balangan, Drs H Ansharuddin M.Si, yang resmi menjadi ‘pesakitan’ di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, selain didakwa melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, juga didakwa melanggar Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

————————-

BANJARMASIN, K.Pos – Di depan majelis hakim yang dipimpin langsung ketua PN setempat, yakni Sutarjo SH MH dengan anggota Sutisna Sawati SH dan Daru Swastika SH, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel, yakni Agus Subagya SH MH dan Fahrin Amrullah SH MH, langsung membacakan surat dakwaannya.

Baca juga=Debut Perdana, PS Hartati imbangi Banjarmasin Old Star.

Sidang yang digelar di ruang utama PN Banjarmasin, Senin (25/11) pagi tersebut, ramai dipadati pengunjung, termasuk aparat kepolisian dan LSM. Sementara, Bupati Drs H Ansharuddin M.Si yang duduk di kursi ‘pesakitan’, di dampingi tim penasihat hukumnya dari Borneo Law Firm (BLF) Banjarmasin, yang dikoordinir Mauliddin SH MH.

Dalam berkas dakwaaannya, di persidangan yang dimulai sekitar pukul 10.00 Wita dan berakshir sekitar setengah jam kemudian tersebut, jaksa menyebut dugaan tindak pidana penipuan dan pengelapan yang didakwakan terhadap Drs H Ansharuddin M.Si terjadi pada Senin, tanggal 02 April 2018, bertempat di Hotel Rattan Inn, Jalan A Yani Km 5,7 Banjarmasin.

Awalnya terdakwa menghubungi saksi Muklisin dengan maksud melakukan pertemuan dan kemudian sekitar bulan Februari 2018, terdakwa dan saksi Muklisin bertemu di depan Masjid Agung Barabai, yang intinya bermaksud meminta bantuan kepada saksi untuk menyelesaikan permasalahannya dengan H Supian Sauri atau H Tinghui, sebelum saksi Muklisin menghubungi saksi Dwi Putra Husnie Dipl.Ing alias Dwi, untuk meminta bantuan sehubungan dengan permasalahan yang dihadapi oleh terdakwa tersebut.

Saat itu, saksi Dwi bersedia melakukan pertemuan dan membantu terdakwa, sehingga pada Senin tanggal 02 April 2018, saksi datang ke Banjarmasin, dan dengan ditemani saksi Muklisin dan Rusian, ketiganya pergi ke Hotel Rattan Inn, Jalan A Yani Km 5,7 Kota Banjarmasin, untuk menemui terdakwa Drs H Ansharuddin M.Si.

Ketika bertemu dengan saksi Dwi, terdakwa mengatakan membutuhkan uang untuk membayar pinjaman kepada H Tinghui, sehingga laporan terhadap terdakwa di Ditreskrimsus Polda Kalsel  dapat diselesaikan. Saat itu, terdakwa mengatakan, uangnya akan dikembalikan apabila aset yang dijadikan jaminan kepada H Tinghui, dikembalikan, untuk selanjutnya diserahkan kepada saksi Dwi Putra Husnie.

Terdakwa Ansharuddin juga sempat mengatakan, akan mengangkat saudara angkat saksi Muklisin sebagai Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Balangan, sehingga saksi Dwi tergerak menyerahkan uang tunai sebesar Rp1 miliar kepada terdakwa, dan dibuatkan kwitansi dalam penyerahan uang tersebut, yang ditandatangani oleh terdakwa.

Kemudian, pada Jumat tanggal 20 April 2018, saksi Dwi menghubungi terdakwa melalui telepon dengan maksud akan datang ke kediaman terdakwa di Balangan pada 23 April 2018, terkait uang sebesar Rp1 miliar.

Pada Senin tanggal 23 April 2018 sekitar pukul 15.00 Wita, saksi Dwi datang ke kediaman dinas terdakwa di Jalan Komplek Garuda Muharam Paringin Balangan, selanjutnya menanyakan uang miliknya sebesar Rp1 M, yang ada di tangan terdakwa, namun pada waktu itu terdakwa mengatakan, asetnya masih belum laku, dan menawarkan uang sebesar Rp300 juta, namun ditolak saksi Dwi, dengan alasan uangnya tidak mau diserahkan secara cicilan, hingga terdakwa Drs H Ansharuddin, menawarkan pembayaran menggunakan cek.

Ketika itu saksi Dwi bersedia menerimanya, dan setelah itu terdakwa menyerahkan satu lembar cek Bank Kalsel nomor CB 076227 tanggal 28 Agustus 2018 senilai Rp1 miliar.

Lantas, pada Selasa tanggal 28 Agustus 2018, sekitar pukul 13.00 WIB, di Bank Kalsel Cabang Jakarta, Sahid Building Lantai I Jalan Jenderal Sudirman Kab 86 Jakarta Pusat, saksi Dwi bermaksud mencairkan cek yang diberikan oleh terdakwa, namun oleh pihak Bank saksi diminta menunggu seminggu, dengan alasan akan mengkonfrmasi terlebih dahulu kepada pemilik rekening.

Dan, pada Kamis tanggal 06 September 2018, saksi Dwi datang lagi ke Bank tersebut, namun oleh pihak Bank, disuruh menunggu kembali minggu depan, namun pada 14 September 2018, pihak Bank Kalsel, justru melakukan penolakan karena dananya ternyat tidak tersedia atau kosong.

Belakangan diketahui, aset yang menjadi jaminan hutang terdakwa kepada H Tinghui yang diakui milik terdakwa, ternyata milik orang lain. Selain itu, saudara angkat dari saksi Muklisin juga tidak pernah diangkat menjadi Kabid Bina Marga Dinas PU Kabupaten Balangan.

Baca juga=Debut Perdana, PS Hartati imbangi Banjarmasin Old Star.

Sedang, cek Bank Kalsel nomor CB 076227, yang diserahkan terdakwa kepada saksi Dwi, yang tidak ada dananya tersebut, ternyata milik orang lain atau milik Muhammad Pazri, penasihat hukum terdakwa. Akibat perbuatan terdakwa Drs H Ansharuddin M.Si tersebut, saksi Dwi Putra Husnis Dipl.Ing mengalami kerugian sebesar Rp1 miliar.

Penulis : SA Lingga
Penanggungjawab : SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com