Bupati Fikry Panen Ikan di Pompes Ibnu Athaillah

PANEN IKAN- Bupati HSS, Achmad Fikry, memanen ikan di Pompes Ibnu Athila‎llah Desa Kapuh.(Kominfo)


KANDANGAN, Kalselpos.com– Dalam rangka hari ikan nasional 2019, Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Achmad Fikry, panen ikan Pondok Pesantren ‎Ibnu Athaillah, di Desa Kapuh, Kecamatan Sipur, Kamis (21/10).

Dalam panen ikan tesebut, Bupati Fikry, menyerahkan berbagai bantuan perikanan dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dan ‎Balai Perikanan Air Tawar Mandiangin, Kementerian dan Kelautan Republik Indonesia (RI).

TABUR BENIH- Bupati HSS, Achmad Fikry, tabur benih ikan nila tambak kolam ikan di Pompes Ibnu Athila‎llah Desa Kapuh.(Kominfo)‎

Baca juga=Kejuaraan Drum Band Paman Birin Cup 3 resmi Digelar di Kandangan

‎Kepala Dinas Perikanan Kabupaten HSS, Saidinoor, mengatakan panen yang dilaksanakan di Podok Pesantren Ibnu Athaillah adalah bantuan dari Pemda‎ empat bulan yang lalu. “Empat bulan lalu, kita memberikan bantuan bibit benih ikan nila sebanyak 20.000 ekor kepada Pompes Ibnu Athaillah,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Hari ini, kata dia, bantuan yang diberikan kepada masyarakat, yakni kartu asuransi, perahu 55 paket, dan bantuan bioflok ‎dari Balai Perikanan Air Tawar Mandianginng, Kementerian dan Kelautan.‎‎
‎‎
‎Saidi mengatakan bantuan perikan diberikan setiap tahun kepada masyarakat, untuk meningkatkan kedasaran masyarakat pentingnya ikan sebagai pangan yang berpotein yang berkualitas. “Bantuan perikanan juga diberikan untuk mencegah penurunan gizi anak, melalui pengolahan makan berbahan ikan,” ujarnya.

MENYERAHKAN- Bupati HSS, Achmad Fikry, menyerahkan bantuan dari Balai Perikanan Air Tawar Mandiangin, Kementerian dan Kelautan Republik Indonesia (RI).

Sementara itu, Bupati HSS, Achmad Fikry, mengatakan tambak ikan di Pondok Pesantren Ibnu Athaillah, sangat berpotensi jika dikembangkan, karena Guru Kapuh mempunyai lahan yang cukup luas sekitar 16 hentare. “Semoga Dinas Perikanan dan Balai bisa memenuhi kebutuhan santri makan ikan,” ujarnya.

Namun, kata Fikry, ‎anak-anak sekarang jika disuguhkan ikan langsung mereka tidak doyan, dan melilih yang lain seperti pentol dan lainnya. “Jadi, kita harus kreatif untuk mengeloh ikan, agar anak-anak senang makan ikan,” ujar bupati.

Bupati berharap, dengan lingkungan pasentren yang mendukung, karena tidak kering‎ dan masih berair, disini lain banyak lahan yang kekeringan. “Di Pesantren ini sangat memungkinkan untuk mengembangkan baik perikanan, peternakan, dan pertanian,” ujarnya.

Menurut bupati, ini menjadi langkah yang sangat tepat untuk‎ mencegah ilegal fising, bagi masyarakan yang menangkap ikan dengan alat tangkap yang dilarang. “Hal ini nanti bisa didiskusikan dengan pihak Balai untuk pengembangan budidaya ikan,” ujarnya.

Baca juga=Kejuaraan Drum Band Paman Birin Cup 3 resmi Digelar di Kandangan

Dikatakan Fikry, yang biasa melarang masyarakat menangkap ikan dengan alat tangkap yang dilarang, dan memberikan solusi pengembangan budidaya yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

Penulis : Sofan
Editor : Wandi‎
Penanggung Jawab : SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com

[jetpack-related-posts]