‘Serobot’ tanah Bos HBI

oleh -597 views

Kakek buta huruf diadili di PN Banjarmasin

Diduga lantaran buta huruf, seorang kakek berusia 72 tahun, bernama Sabri, warga Gambut, Kabupaten Banjar, harus duduk di ‘kursi pesakitan’ Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.

—————————

BANJARMASIN, K.Pos – Pria berperawakan kecil, ini oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Arifin SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel, didakwa melakukan penyerobotan hak atas tanah orang lain, termasuk dugaan pemalsuan surat tanah berbentuk Segel.

Baca juga=BEM Stikes Darul Azhar Batulicin Gelar Seminar Nasional Kesehatan

Menariknya, tanah seluas sekitar 2 hektare yang diduga diserobot sang kakek tersebut adalah tanah milik bos HBI (Hotel Banjarmasin Internasional), yakni Charles Gema, yang dikuasai sejak tahun 1972 dan telah ber-Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 036.

Sementara, sang kakek mengaku memiliki tanah yang berlokasi di Jalan A Yani Km 17.000 tersebut, sejak tahun 1962, namun cuma berbentuk Segel.

Tuduhan penyerobotan sendiri terjadi sejak 3 tahun silam, saat sang kakek, mulai menebas sebagian lahan tersebut, hingga terdengar oleh sang pemilik tanah, Charles Gema.

Lantas, lewat kuasanya, Edi Kadarisman SH yang juga dikenal manager HBI, Charles Gema coba bernegosiasi dengan sang kakek. Namun, entah situasi tersebut ‘dimanfaatkan’ orang lain, konon kelompok Kai Sabri, begitu terdakwa ini biasa dipanggil, berulang kali mendatangi Edi Kadarisman untuk meminta ganti rugi.

“Namun, orang yang datang mengatasnamakan terdakwa ini, selalu berganti – ganti,” sebut Edi Kadarisman, saat memberikan kesaksiaan di pengadilan, bersama Chales Gema dan bos HBI lainnya, Budi Witana atau Ceho, Kamis (26/9) pekan lalu.

Di depan majelis hakim yang diketuai Moch Yuli Hadi SH MH dengan anggota Nanik Handayani SH dan Jamser Simanjuntak SH, juga terungkap jika surat Segel tanah yang diakui milik Kai Sabri, dilaporkan palsu, lantaran ejaan yang dipakai pada tahun 1982 itu mengunakan ejaan baru, bukan ejaan lama.

Baca juga=BEM Stikes Darul Azhar Batulicin Gelar Seminar Nasional Kesehatan

Sayangnya, dalam persidangan juga terungkap, jika tuduhan pemalsuan surat oleh Kai Sabri, belum bisa dibuktikan secara outentik, lantaran tidak melibatkan ahli atau melalui uji laboratorium forensik, sebut tim penasihat hukum terdakwa, Syamsul Bahri SH M.Hum.

Penulis: SA Lingga
Penanggungjawab: SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com