Peringatan Hari Santri, Teladani Semangat Ulama

oleh -180 views
ATRAKSI- Para santri melakukan atraksi pencaksilat menggunakan tenaga dalam saat peringatanhari santri di Lapangan Lambung Mangkurat, Kandangan.(Humas)


‎KANDANGAN, Kalselpos.com– Ratusan santri, ustadz, tokoh agam dari berbagai pesantren di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) berkumpul di Lapangan Lambung Mangkurat dan pawai keliling, Kota Kandangan, untuk memperingati hari santri, Selasa (22/10).‎‎

Baca juga=Pompes Dalam Pagar Kandangan Selaras dengan Visi dan Misi Kabupaten HSS‎

Panitia Pelaksana, Ustadz Zulkipli‎, mengatakan peringatan hari santri untuk mengenang tokoh agama dan melanjutkan peran santri dalam membela persatuan Negea Kesatuan Republik Indonesi (NKRI), dan pembangunan Nusa dan bangsa.

MELEPAS- BBupati HSS, Achmad Fikry, didampingi Wakil Bupati, Syamsuri Arsyad, melepas para santri yang melakukan pawai keliling Kota Kandangan.(Humas)‎

Selain itu, untuk meneladani semangat dan perjuangan ‎yang telah digelorakan para ulama, yang telah dibacakan Pahlawan Nasional KH Hasijim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 lalu. “Isinya perintah kepada umat Islam untuk berjihat melawan penjajang NKRI,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati HSS, Achmad Fikry, dalam sambutan Sekretaris Jenderal, Kementerian Agama RI, ‎M Nur Kholis Setiaw, ‎mengatakan peringatan hari santri 2019 mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”.

SAMBUTAN- Bupati HSS, Achmad Fikry, memberikan sambutan pada peringatan hari santri di Lapangan Lambung Mangkurat, Kandangan.(Kominfo)‎

“Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlil’alamin. ‎ Semangat ajaran Islam dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia,” ujarnya.

‎Diungkapkannya, ada sembilan alasan dan dasar mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian, diantaranya‎ kesadaran harmoni beragama dan berbangsa, perlawanan kultural di masa penjajahan, perebutan kemerdekaan, pembentukan dasar negara, tercetusnya resolusi jihad 1945, hingga melawan pemberontakan PKI.‎

Ia berharap, dengan kehadiran ‎undang-undang nomor 18 tahun 2019, tentang pesantren, bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat. “Dengan undang-undang ini pula tamatan pesantren memiliki hak yang sama dengan tamatan lembaga lainnya,” ujarnya.

Baca juga=Pompes Dalam Pagar Kandangan Selaras dengan Visi dan Misi Kabupaten HSS‎

Turut hadir dalam peringatan hari Santri tersebut, ‎Wakil Bupati HSS, Syamsuri Arsyad, Forkopimda, kepala SKPD, Ketua MUI Kabupaten HSS, KH M Riduan Baseri, Ketua TP PKK Kabupaten HSS, Hj Isnaniah Achmad Fikry dan jajarnnya.

Penulis : Sofan
Editor : Wandi
Penanggung Jawab : SA Lingga

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com