Pemkab Barut dapat Kuota 144 CPNS

oleh -299 views
SELEKSI – Proses seleksi CPNS di lingkungan Pemkab Barut akan segera dimulai, sebanyak 144 formasi guru dan tenaga kesehatan disiapkan.(ilustrasi)

MUARA TEWEH, K.Pos – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) pada tahun 2019
ini mendapat kuota formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebanyak 144 formasi untuk guru
dan tenaga kesehatan.

Baca juga=Dinkes Barut Evaluasi Pelaksanaan Program Indonesia Sehat

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Barito Utara Fakhri
Fauzi mengatakan, kouta CPNS tersebut sesuai SK Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) pada 27 September 2019 tentang penetapan kebutuhan
PNS di daerah ini dengan 144 formasi.

Adapun formasi CPNS tersebut untuk tenaga pendidikan dengan formasi 72 CPNS  yakni
mengisi guru kelas sebanyak 63 formasi, guru Bahasa Indonesia empat formasi dan guru
Penjasorkes lima formasi.

Sementara untuk tenaga kesehatan juga 72 formasi terdiri dari perawat ada lima formasi, bidan
sebanyak 30 formasi, apoteker dua formasi, dokter umum dan dokter gigi masing-masing 15
formasi dan dokter spesialis meliputi spesialis jantung, kandungan, paru, syaraf dan THT
masing-masing satu orang.

“Mengenai jadwal pengumuman resmi penerimaan CPNS masih menunggu petunjuk dari
Pemerintah Pusat, sedangkan tingkat pendidikan calon pelamar strata satu (S1) dan setara S2
untuk dokter, dokter spesialis dan apoteker,”katanya didampingi Kasubid Formasi Ira Akhmadi.

Lebih lanjut Fakhri menjelaskan untuk jadwal pendaftaran dan persyaratan, masih menunggu
rapat koordinasi dengan pihak Badan Kepegawaian Negara, Badan Kepegawaian Daerah
provinsi dan kabupaten/kota dalam waktu dekat.

Ia juga mengingatkan kepada calon pelamar CPNS mulai mempersiapkan diri baik mulai dari
berkas administrasi maupun dari sisi kesehatan dan kemampuan menjawab soal tes yang
nantinya diujikan.

Baca juga=Dinkes Barut Evaluasi Pelaksanaan Program Indonesia Sehat

“Terkait tempat seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi  bidang (SKB)
menggunakan sistem "computer assisted test" atau CAT masih belum ditetapkan, kami masih
menunggu persetujuan pihak BKN,”ujar Fakhri.

Penulis :Asli
Penanggung jawab:SA Lingga

 

Pembaca setia kalselpos.com download aplikasi versi android  kami di Play Store

Aplikasi Kalselpos.com